Showing posts with label modul ice breaking. Show all posts
Showing posts with label modul ice breaking. Show all posts

Thursday, November 03, 2011

Meteri membangun TIM

MEMBANGUN TIM


Mengenalkan kepada para peserta pentingnya kualitas dan peningkatan tim kerja yang harmonis dalam mencapai tujuan yang disepakati.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah menyelesaikan kegiatan sesi ini, peserta diharapkan dapat:

1. Mengetahui dan memahami pentingnya tim kerja dalam klinik/institusi pelayanan kesehatan
2. Membentuk tim kerja yang harmonis di klinik keperawatan dan kebidanan
MATERI

1. Definisi Membangun Tim
2. Karakteristik Kelompok Keja
3. Manfaat Membangun Tim
METODA PENGAJARAN

1. Kuliah singkat
2. Kerja Kelompok
3. Presentasi - Diskusi Pleno
RENCANA PEMBELAJARAN


SESI I
Bagian A
Topik : Membangun tim kerja dalam Institusi / Organisasi
Metode : Kuliah singkat
Waktu : 30 menit
Bagian B
Topik : Menyusun Puzzle
Metode : Kerja Kelompok
Waktu : 45 menit
Bagian C
Metode : Diskusi Kelompok
Waktu : 60 menit

DINAMIKA KELOMPOK


A Tujuan Pembelajaran
Setelah pokok bahasan ini peserta diharapkan dapat :
1. Saling mengenal satu dengan yang lain
2. Saling berinteraksi dengan aktif
3. Mengemukakan harapan-harapan mengikuti pelatihan ini
B Metoda :
1. Curah pendapat
2. Diskusi kelompok
C Alat Bantu :
1. Petunjuk permainan
2. Kertas warna warni, spidol
3. Permainan untuk saling mengenal
D Waktu :
135 menit

LANGKAH-LANGKAH (proses) :

1 Persiapan :
Fasilitator mempersiapkan pita perekat (selotif), kertas lembar balik (kertas koran) dan spidol.
2 Pengantar :
Fasilitator menyampaikan tujuan pokok bahasan, serta proses dan waktu yang diperlukan untuk kegiatan belajar ini.

3 Pencairan dan permainan :
Cara 1 :
a. Fasilitator membagikan kepada peserta masing-masing 1 buah kartu atau kertas yang bertuliskan kata-kata.
b. Setelah dibagikan kepada seluruh peserta, fasilitator meminta peserta mencari pasangan masing-masing dengan cara mencari kata-kata yang cocok artinya.
c. Masing-masing pasangan dipersilakan berkenalan dengan pasangannya.
d. Pasangan yang salah tidak sesuai dengan permainan atau peserta yang tidak menemukan pasangan diberi hukuman (diserahkan kepada peserta lainnya).
e. Minta masukan dari peserta tentang manfaat permainan ini..
Cara 2 :
a. Fasilitator membagikan kepada peserta masing-masing 1 buah kartu (bertuliskan kata) yang ditempelkan di punggung peserta.
b. Fasilitator meminta peserta untuk mencari temannya dan membentuk kelompok sesuai dengan pedoman kata atau kalimat yang tertera dengan cara melihat kata pada punggung temannya.
c. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk berkenalan.
d. Peserta yang salah menentukan kelompoknya diberikan hukuman sesuai permintaan peserta lainnya.
e. Masing-masing kelompok secara bergiliran menjelaskan makna dari kalimat tersebut.
f. Fasilitator meminta pendapat peserta mengenai manfaat dari permainan ini.
g. Fasilitator merangkum hasil permainan.
4 Pengungkapan harapan peserta :
a. Fasilitator menanyakan kepada peserta tentang harapannya terhadap penyelenggaraan pelatihan ini.
b. Fasilitator meminta peserta menulis harapan-harapan peserta yang ditulis diatas kertas warna warni.
c. Setiap peserta menempelkan harapannya, yang telah ditulis, di papan atau dinding di depan kelas.
d. Pendapat peserta yang sama atau memiliki kesamaan agar dikelompokan oleh peserta sendiri.
e. Fasilitator meminta beberapa peserta untuk merangkum harapan-harapan peserta yang telah dikelompokan tersebut.
f. Fasilitator menyimpulkan harapan peserta secara keseluruhan.


Jawaban Pencairan
(Lawan Kata)


Tali Pusat
Tablet Besi
Air susu Ibu
Etos Kerja
Fungsi Manajemen
Rumah Sakit
Pengambilan Keputusan
Uraian Tugas
Rawat Inap
Konsep Diri
Pelayanan Kesehatan
Sikap Mental
Paradigma Sehat
Visi Misi
Indonesia Sehat 2010
Jawaban Pencairan
(Rangkaian Kata/ Kalimat)

Tidak Ada Hari Tanpa Prestasi
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
Segalanya Tanpa Kesehatan Tidak Ada Artinya
Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis
Tercapainya Indonesia Sehat Tahun 2010
MATERI
MEMBANGUN TIM
PENGERTIAN

Team building adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk mengembangkan kerja kelompok dalam suatu organisasi. Ahli-ahli ilmu sosial menyebut kelompok adalah suatu kumpulan orang yang terdiri dari dua atau lebih yang berinteraksi dengan stabil dan diantara mereka mempunyai tujuan yang sama serta menganggap kelompok itu sebagai kelompoknya sendiri (merasa memiliki). Walaupun tak dapat disangkal bahwa ada beberapa kegiatan/aktifitas yang mungkin lebih efisien bila dikerjakan oleh perseorangan, namun banyak sekali masalah yang bersifat terlalu luas dan terlalu kompleks untuk ditangani oleh satu orang. Dalam hal ini kerja team pada manajemen dapat memberikan hasil akhir yang lebih efektif dibanding dengan kerja perorangan.
KARAKTERISTIK KELOMPOK/TIM

Karakteristik Kelompok atau Tim:
1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
2. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
Mengapa Diperlukan Team Building ?

Pada prinsipnya kita memerlukan team building untuk memperbaiki kinerja kelompok yang kita miliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan team building, antara lain:
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berfikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang pengertian antar sesama anggota kelompok, tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok, sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat bekerja bersama dalam kelompok.
5. Kurangnya rasa percaya diri antar sesama anggota tim, tidak dapat dicapai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktahuan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota tim.
MANFAAT MEMBANGUN TIM

Team building yang dilakukan secara benar dan berkesinambungan akan memberikan hasil perubahan yang seringkali jauh lebih baik dari dugaan semula.

Manfaat atau hasil yang dirasakan :
Bagi pimpinan tim /kelompok:
1. Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif
2. Pimpinan tim mampu menyesuaikan gaya kepimimpinannya, dengan lebih memperhatikan kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
3. Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan anggota tim dan bagian-bagian dalam tim.
4. Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi secara langsung kepada anggota tim sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan anggota tim.
5. Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami prakasa anggotanya.
6. Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap sasaran kerja dan memiliki harapan yang lebih besar.
Bagi individu anggota tim /kelompok
1. Sebagian besar individu memiliki pendekatan yang lebih persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki.
2. Komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok menjadi lebih bebas dan terbuka, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kelompok.
3. Terdapat “ruang “ yang lebih terbuka untuk mengakui beberapa kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadangkala tidak jarang yang mengundurkan diri karena kesadaran diri (ini bukan penyelesaian yang diharapkan).
4. Banyak masalah antar pribadi sesama anggota tim/kelompok yang selama ini mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena keterbukaan semua anggota tim.
Bagi pelaksanaan kerja tim/kelompok
1. Pertemuan tim/kelompok menjadi lebih terstruktur dan efektif.
2. Hasil yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama peserta.
3. Terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran, peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional.
4. Tingkat komunikasi dalam dan antar kelompok menjadi lebih komprehensif dan efektif, walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.
5. Komitmen yang lebih kuat terhadap sasaran-sasaran baru.
6. Terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat manajer.
7. Lebih banyak waktu digunakan untuk bekerja sama dengan kolega dan bekerja sama dalam mencapai tujuan.



KASUS


1. Refleksikan dalam pekerjaan Anda sendiri dan tim bahwa Anda bekerja di dalamnya dan jawablah pertanyaan berikut ini:
a. Apakah Anda bekerja dalam tim dengan posisi yang sama ?
b. Apakah setiap profesional dalam tim keperawatan/kebidanan menggunakan pemikiran mereka, emosi, pengalaman dan sensitivitas mereka dalam bekerja?

2. a. Bentuk kelompok menjadi empat (4)
b. Setiap kelompok terdiri dari sepuluh (10) orang
c. Setiap kelompok yang terdiri dari sepuluh (10) orang dibagi lagi menjadi dua kelompok (sub group)
d. Setiap sub group memilih seorang pemimpin

3. Fasilitator menjelaskan cara memainkan puzzle

4. Jelaskan bahwa untuk satu kelompok mengerjakan satu puzzle dan satu kelompok akan mengamati /observasi dengan menggunakan checklist.

5. Anggota diberi nomor 1-10 dan nomor 1-5 mengerjakan puzzle selama 20-30 menit

6. Anggota nomor 6-10 sebagai pengamat: Mereka mengamati semua prilaku dan spesifikasi dari semua anggota kelompok;
Anggota nomor 6 mengamati nomor 1
Anggota nomor 7 mengamati nomor 2
Anggota nomor 8 mengamati nomor 3
Anggota nomor 9 mengamati nomor 4
Anggota nomor 10 mengamati nomor 5

7. Pengamat memantau partnernya dalam kelompok dan melengkapi checklist




CHECK LIST UNTUK PENGAMAT
(beri tanda pada kolom ya/tidak)

No. Aspect Ya Tidak
1. Apakah dia tersenyum kepada anggota lainnya dalam kelompok
2. Apakah dia terlibat penuh dalam mengerjakan puzzle
3. Apakah dia mencoba memecahkan masalah
4. Apakah dia mencoba untuk membuat suatu keputusan
5. Apakah dia terlalu banyak bicara/mendominasi
6. Apakah dia mendorong/memberi semangat yang lainnya
7. Apakah bahasanya membuat yang lainnya berhenti berbicara
1-7 mengamati setiap individu
1. Apakah ada konflik / kesenjangan antara anggota tim
2. Apakah ada kebingungan tentang penugasan/hubungan yang tidak jelas antara individu
3. Apakah ada kejelasan tujuan untuk anggota tim
4. Apakah dia mengungkapkan gagasan-gagasan, inisiatif atau menggunakan imajinasinya
5. Apakah mereka takut untuk berbicara/mengeluarkan pendapatnya
6. Apakah mereka saling mendengarkan satu sama lainnya
7. Apakah mereka diberi penghargaan untuk kemajuan yang mereka lakukan
8. Apakah mereka dianjurkan oleh pimpinan mereka untuk bekerja sama dalam tim
1-8 mengamati dalam kelompok









RANGKUMAN

a. Team building atau membangun tim perlu dilakukan dalam suatu organisasi agar terbentuk suatu kelompok kerja yang tangguh, memiliki kesamaan pandang dan langkah mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b. Alasannya perlu membangun tim, antara lain; berorientasi kepda tujuan bersama, kerja tim dan semangat kerja tim akan mendorong tercapainya tujuan organisasi secara efisien dan efektif.

c. Team building dirasakan manfaatnya, baik bagi pimpinan maupun anggota tim, sehingga dapat menyebabkan; efektifnya kepemimpinan, rasa memiliki dari setiap anggota tim, komunikasi yang lebih luas antara anggota tim, setiap anggota tim dapat berkontribusi sesuai dengan keahliannya, komitmen yang tinggi untuk mencapai tujuan bersama.


EVALUASI

1. Apa bedanya Tim dengan kelompok ?
2. Apa manfaat dengan adanya team building (membangun tim) ? jelaskan manfaat bagi pimpinan, anggota tim maupun organisasi.


REFERENSI

1. Madded, R. B., (2ed), “Team Building; Terampil Membangun Tim Handal”, Penerbit Erlangga, Alih bahasa; Kristyabudi P. Hananto, S.Psi. MM. Editor Deborah P. Hutahuruk
2. Fachda L., “Team Building; Pembentukan Sinergi dan Dinamika Kelompok”
3. Wiyadi N. dr., MPH., (penyunting) “Modul Team Building”

Saturday, March 14, 2009

bahan tugas kelompok

buat guru-guru/calon isntruktur, bisa menggunakan materi dibawah ini sebagai penghangat suasana/ ice breaking...

semoga membantu


LAKI-LAKI DAN BUAYA

Surti dan Tedjo adalah sepasang kekasih yang sedang mabuk kepayang. Mereka tiggal disuatu daerah yang dipisahkan oleh sebuah sungai yang penuh dengan buaya. Meskipun tempat tinggal mereka dipisahkan sungai yang penuh dengan buaya, mereka dapat saling bertemu dengan menyeberangi sungai melalui jembatan kecil.

Pada suatu hari, terjadilah badai besar yang meruntuhkan dan menghanyutkan jembatan tersebut. Pasangan kekasih itu sangat menderita karena lenyaplah sudah satu-satunya cara yang selama ini mereka lakukan untuk bertemu. Surti setiap hari berdiri diseberang sungai menunggu sang kekasih dan menantikan datangnya mukjizat.

Beberapa waktu kemudian, Joko seorang pelaut yang berlayar sepanjang sungai itu mendekati tempat tinggal Surti. Gadis itu memanggil Joko dan meminta dia mengantarkannya ke seberang sungai untuk menemui sang kekasih Tedjo. Joko merasa gembira atas permintaan itu dan berkata “ Oh tentu saja! Saya akan dengan senang hati mengantarkan anda ke seberang, tetapi ada syaratnya, Kau harus tidur denganku dulu”.

Surti menangis mendengar syarat yang diajukan oleh Joko. Selama ini dia belum pernah berhubungan sex dengan siapapun. Dia memutuskan meminta nasehat seorang teman yang bernama Iwan. Ternyata iwan bersikap acuh tak acuh dan dingin terhadap persoalan ini. Dia hanya berpangku tangan dan berkata kepada Surti “itu urusanmu saya tak ingin terlibat”.

Jawaban Iwan yang begitu dingin membuat Surti berfikir berkali-kali mengenai masalah yang dihadapinya, akhirnya Surti memutuskan untuk memenuhi tuntutan Joko.

Ketika akhirnya Surti bertemu dengan Tedjo pada hari berikutnya, diceritakanlah kepada Tedjo apa yang telah terjadi dan bagaimana sulitnya dia berjuang untuk mendapatkan keputusan ini.

Tejo sangat marah atas apa yang telah dilakukan oleh Surti dan dia mengusir gadis tersebut supaya tidak kembali lagi. Gadis malang itu berlutut dan meragkul Tedjo sambil menagis, memohon supaya Tedjo tidak meninggalkannya tetapi anak muda itu tidak menghiraukannya.

Surti pergi kepada temannya yang lain bernama anton, setelah diceritakan kisahnya dari awal sampai akhir. Anton memutuskan untuk menemui Tedjo, dia menghajar Tedjo habis-habisan.

Bahan Diskusi

  1. Dari kelima orang, siapakah yang anda anggap bersalah?
  2. Buatlah urutan (ranking) dari lima itu berdasarkan berat ringannya kesalaha masing-masing?
  3. Ajukan alasan-alasan mengapa anda sampai pada urutan yang demikian?



Friday, March 13, 2009

modul teknik ice breaking

buat guru-guru/instruktur atau bisa juga untuk para motivator hehehe... ada sedikit oleh-oleh nih, dapat dari pelatihan WDD WSD saya di Makassar tahun lalu. Silakan lakukan modifikasi/improvisasi dan jangan terpaku pada teks. Moga bermanfaat ya...moga murid/siswa jadi "segar" dalam belajar....


Perkenalan


Siapa Dia ?


Petunjuk :

Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran

  • Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek ( tidak boleh lebih dari 6 kata ), misal: Nama saya Retno, fasilitator P2KP. Nama saya Rachman, Kader Komunitas
  • Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, fasilitator, saya Mika, guru sekolah
  • Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya.
  • Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan : ‘siapa nama anda?’ atau ‘siapa nama anda dan apa yang anda katakan tadi ?’

Perkenalan

Kisah Angka Angka


Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan.

Langkah langkah :

  • Mintalah seluruh peserta berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai ( habis)

  • Minta setiap peserta mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya utntuk menyahut ‘ya’!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa.

  • Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar – benar mengingat nomor urutnya masing – masing.

  • Setelah yakin, jelaskan bahwa anda akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka – angka. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras – keras kepada seluruh peserta lain. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman ramai – ramai oleh peserta lain.

  • Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan tersebut ?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh.

  • Mulai bercerita, misalnya : saudara – saudara, latihan inis sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian dipersiapkan oleh delapan orang panitia ……….. dst. Atau cerita lain yang anda karang sendiri pada saat itu ( yang penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka – angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ).

  • Lakukan sampai separuh peserta tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan anda dan peserta dan sesuai dengan waktu yang tersedia)

  • Lakukan diskusi dengan peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan latihan, termasuk perasaan – persaan peserta sendiri.

  • Simpulkan

Perkenalan

Mencari Jodoh

Petunjuk :

  • Buatlah kalimat pendek yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diberikan , misal : Bersama Membangun Kepedulian. Kalimat yang dibuat sebanyak setengah dari jumlah peserta, kalau peserta 20 orang, harus disediakan 10 kalimat.

  • Pecahlah kalimat tersebut ke dalam dua bagian dan ditulis di kertas , satu kertas berisi kalimat Bersama Membangun dan satu kertas berisi kata Kepedulian.

  • Gulunglah kedua kertas yang berisi tulisan tadi.

  • Bagikan kertas – kertas tergulung yang sudah disiapkan sebanyak jumlah peserta (apabila peserta ganjil, satu orang berpasangan dengan pemandu sendiri )

  • Minta peserta untuk membuka gulungan kertas masing – masing dan membaca isinya yaitu sepotong kalimat yang belum lengkap.

  • Minta peserta untuk mencari pasangannya masing – masing agar kalimat itu menjadi lengkap.

  • Minta setiap pasangan berkenalan dan mendiskusikan arti kalimat tersebut.

  • Minta peserta berkumpul lagi dan meminta setiap pasangan memperkenalkan pasangannya dan menyampaikan arti kalimat kepada peserta yang lain.


Perkenalan

Berdirilah Jika …………

Petunjuk :

  • Minta semua peserta untuk duduk membentuk lingkaran, lalu pemandu berdiri di tengah.

  • Jalaskan kepada peserta bentuk permainannya, yaitu setiap pemandu mengucapkan kalimat , peserta mengucapkan kalimat, peserta diminta berdiri apabila kalimat itu sesuai dengan dirinya; misal : “ Keluarga saya adalah keluarga pedagang….. “; “ Saya seorang perempuan yang berani bicara di depan publik……. “ dsb.


  • Ucapkan kalimat – kalimat yang relevan dengan keadaan peserta ( jangan sampai ada peserta yang tidak pernah berdiri), contoh – contoh kalimat misalnya :

ü Saya adalah petugas lapangan

ü Saya lahir di pedesaan

ü Saya lahir di kota besar

ü Saya memiliki hobby membaca, dsb

  • Setelah selesai, minta seluruh peserta untuk memperkenalkan nama, asal, dan hal lain yang berkenaan dengan dirinya secara singkat.


Adu Panjang, Besar dan Tinggi


Permainan ini bermanfaat untuk membuat suasana menjadi segar dan menumbuhkan semangat baru.

Langkah – Langkah

  • Ajaklah semua peserta berdiri dan minta mereka membagi diri menjadi 2 – 3 kelompok.

  • Susunlah 3 kelompok itu secara berjajar. Lalu jelaskan bahwa 3 kelompok itu akan berlomba satu sama lainnya untuk masing-masing perintah dari wasitnya ( berperan sebagai wasit adalah pemandu atau salah seorang peserta ).

  • Setelah semua menyiapkan kelompoknya masing – masing, segera mulai permainan. Misalnya :

ü Berlombalah untuk membuat barisan terpanjang tanpa terputus

ü Atau buatlah kelompok anda menjadi yang paling tinggi

ü Buatlah lingkaran kelompok besar.

Catatan :

  • Jangan memberi komentar bahwa mereka berhak menggunakan apa saja untuk menang dan menjadi kelompok yang tertinggi, terlebar dan terpanjang. Misalnya jika saat lomba ada peserta laki – laki yang sampai melepas kaos kaos untuk digunakan sebagai penyambung tangan supaya barisannya paling panjang. Biarkan saja , itu hak dia untuk secara kreatif memenangkan lomba.

  • Jika selesai permainan, anda bisa menanyakan, misalnya ; “kenapa kelompok A bisa mancapai panjang hingga ke luar ruangan padahal anggotanya sama-sama 5 orang, itu untuk membuat peserta menikmati permainan dan melihat sesuatu yang tidak sekedar permainan”.


Menghangatkan suasana


Badai Berhembus

( The Great Wind Blows)


Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserrta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.

Petunjuk :

  • Aturlah kursi – kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.

  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.


  • Pemandu sebagai angin akan mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang memakai – misal : kacamata’ ( apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).

  • Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.


  • Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin.

  • Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang …………. ( sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb )


Menghangatkan suasana

( Ice Breaker )


Lempar spidol

Permainan ini bertujuan untuk menghangatkan suasana dan menghilangkan kekakuan antar peserta dan pemandu dan antar peserta sendiri . Pelajaran yang bis adipetik dari permainan ini adalah perlunya sikap hati –hati dan cepat tanggap.

Langkah – langkah :

  • Mintalah semua peserta berdiri bebas di depan tempat duduk masing-masing.

  • Minta peserta bertepuk tangan ketika anda melemparkan spidol ke udara, dan pada saat spidol anda tangkap lagi dengan tangan, semua peserta serta merta diminta berhenti bertepuk tangan. Ulangi sampai beberapa kali.

  • Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk tangan juga bersenandung. ( bergumam ) : “Mmmmm….!”.

  • Ulangi proses – 3 ini beberapa kali, dan setiap kali semakin cepat gerakannya, kemudian akhiri dengan satu anti klimaks : spidol anda tidak dilambungkan, tapi hanya melambungkan tangan seperti akan melambungkannya ke atas (gerk tipu yang cepat !). amati : apakah peserta masih bertepuk tangan dan bergumam atau tidak ?

  • Mintalah tanggapan dan kesan, lalu diskusikan dan analisa bersama kemudian simpulkan.



Kerjasama tim

Sepatu Lapangan


Permainan ini bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang terbaik menurut kelompok.

Langkah – langkah

  • Bagilah peserta ke dalam kelompok – kelompok kecil ( 5 – 6 orang ), 1 orang akan menjadi pembicara kelaompok.

  • Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di ‘lapangan’ dan peralatan apa lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit)

  • Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya masing-masing.

  • Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi ini seklaigus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat orang – orang tersebut mengenai topik diskusi di atas.

  • Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan : Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua anggota kelompoknya secara tepat ? Apa yang dikurangi? Apa yang ditambah ? Apa yang tidak tepat.


Kerjasama tim

Kalimat Sulit

Langkah – langkah :

  • Siapkan beberapa kata, dan tulis setiap kata dalam sebuah kartu metaplan

  • Bagilah peserta menjadi dua tim

  • Letakkan kartu yang telah ditulisi tersebut di lantai (termasuk kata – kata yang saling berhubungan)

  • Kedua tim membuat kalimat dengan menggunakan kartu – kartu tersebut.

  • Seorang anggota tim memulai sebuah kalimat dengan kata yang pertama, yang lainnya mengikuti secra bergantian hingga kalimatnya selesai. Satu kata di dalam kalimat bernilai 5 poin bila kalimatnya benar.

  • Bila kalimatnya salah maka setiap kata yang salah kehilangan 5 poin. Bila seluruh kalimat mejadi tidak bermakna tim tersebut kehilangan 50 poin. Bila kalimatnya merupakan kalimat yang belum sempurna maka tim tersebut kehilangan 25 poin. Setelah setiap kalimat selesai, letakkan kembali kartu kata – kata untuk digunakan oleh peserta yang lain .


Kerjasama tim

Kompak

Permainan ini bermanfaat untuk menghangatkan suasana dan membentuk suasana kerja dalam Tim.

Langkah – Langkah

  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan ini

  • Bagilah peserta ke dalam 5 – 6 kelompok, yang penting satu kelompok terdiri dari 6 orang.

  • Mintalah masing – masing kelompok untuk membuat lingkaran dan satu orang anggota dari masing-masing kelompok untuk berdiri di tengah – tengah kelompoknya.

  • Katakana bahwa permainan ini untuk mnguji kita , apakah di antara teman-teman dalam kelompok itu saling percaya kepada TIM KERJA KITA. Yang berdiri di tengah harus menutup matanya, dengan ditutup kain, kemudian menjatuhkan diri secara bebas kea rah mana saja.

  • Sementara itu teman-teman dalam kelompoknya melingkar dan harus bertanggungjawab atas keselamatan teman yang di tengah tadi, karena permainan ini bisa – bisa akan memakan korban, maka jika yang di tenagh menjatuhkan diri kepadanya dia harus siap dan bertanggungjawab untuk menahan dan melemparkannya kepada teman yang lain. Begitu seterusnya, dan minta siapa yang di tengah bisa bicara dengan cara bergiliran .


Kerjasama tim

Bercermin


Langkah – langkah :

  • Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin.

  • Bayangan harus mengikuti gerak – gerik orang yang berdandan.

  • Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama.

  • Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.


Komunikasi

Broken T


Permainan ini bermanfaat untuk mengajak peserta memahami perbedaan antara komunikasi satu arah dan komunikasi partisipatif, serta menyadarkan peserta akan pentingnya prinsip kesetaraan dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

Langkah – langkah

  • Siapkan pecahan huruf T (lihat irisan hurup T dalam gambar) sebanyak setengah dari jumlah peserta; kertas karton yang bisa berdiri – apabila tidak ada karton bisa diganti dengan koran dan tali rapia – (berfungsi sebagai pembatas) sebanyak hurup T.

  • Siapkan gambar hurup T, sesuai dengan irisan tadi (T dalam gambar), sebanyak pecahan hurup T (simpan masing – masing dalam amplop)

  • Mintalah peserta untuk berpasangan, masing – masing pasangan yang satu berperan sebagai Bos dan yang seorang lagi berperan sebagai atasan.

  • Selanjutnya atasan Bos dan bawahan, masing-masing duduk berhadapan dengan dibatasi oleh karton atau kertas koran yang digantung dengan tali rapia.

  • Beritahu peserta bahwa permainan ini akan dibagi ke dalam beberapa babak.

  • Setiap peserta yang berperan sebagai Bos akan mendapatkan gambar hurup T yang ada dalam amplop, sedangkan bawahan akan mendapatkan pecahan hurup T.

  • Babak pertama, Bos harus memberi perintah kepada bawahan untuk menyusun hurup T, bawahan tidak boleh bertanya, atasan tidak boleh memperlihatkan gambar kepada bawahan.

  • Apabila babak pertama telah selesai, babak kedua lakukan dengan perintah yang sama tetapi dalam hal ini bawahan boleh bertanya. (pembatas masih tetap dipakai) dan gambar tetap tidak boleh diperlihatkan.

  • Babak ketiga, bawahan boleh bertanya dan pembatas boleh dihilangkan.

  • Diskusikan pengalaman bermain ‘Broken T’ tadi : Apakah ada yang berhasil ? Mengapa terjadi demikian ? Bagaimana perasaan bawahan dan pendapatnya tentang Bos ? Bagaimana pendapat Bos tentang bawahannya ?

  • Simpulkan bersama peserta dengan mengaitkan efektifitas komunikasi yang setara dan partsisipatif.

Partisipasi

MENGHITUNG MUNDUR


Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat, kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat hanyalah penerima informasi, dan bukan pemberi atau sumber informasi. Mengubah kebiasaan atau cara pendang yang sudah lama kita miliki, merupakan hal sulit. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. Kita menggunakan bahasa, symbol, gambar, informasi dan teknologi yang berasal dari ‘kebudayaan’ kita. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat untuk menerima hal – hla yang tidak biasa bagi mereka. Sebenarnya, program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat, berdasarkan apa yang mereka butuhkan, dengan cara yang mudah diterima mereka.

Langkah – langkah

  • Minta peserta untuk berdiri mambentuk suatu lingkaran. Setiap peserta menghitung secara bergiliran mulai dari 1 sampai 50 (atau sejumlah peserta)

  • Pada saat menghitung, minta peserta memenuhi peraturan : setiap angka ‘tujuh’ atau ‘ kelipatan tujuh’, angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.

  • Apabila ada peserta yang salah melaksanakan tugasnya, maka permainan dimulai dari awal.

  • Sesudah 3 – 4 ronde, permainan tahap 1 selesai

  • Permainan tahap – 2 dimulai dengan cara yang sama seperti di atas, tetapi hitungannya dimulai dari angka 50 mundur terus sampai dengan angka 1. Peraturan yang diterapkan juga sama, yaitu setiap angka ‘tujuh’ atau angka ‘kelipatan tujuh’ , angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.

  • Setelah 3-4 ronde, permainan selesai.

  • Minta peserta untuk mendiskusikan : (1) Manakah yang lebih baik banyak terjadi kesalahan, cara 1 atau cara 2 ? (2) Mengapa demikian ? (3) Kira-kira, apa hubungannya permainan ini dengan cara kerja kita dalam kelompok belajar atau di tengah – tengah kehidupan masyarakat kita ( apakah mudah mengganti kebiasaan pendekatan dari atas dengan yang dari bawah ) ?.


Memahat Patung


Permainan ini bisa dipakai untuk menyadarkan peserta bahwa manusia tidak bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain.

Langkah – langkah

  • Minta beberapa orang peserta untuk tampil ke depan;

  • Minta satu orang untuk menjadi pemahat patung, satu orang lainnya menjadi patung itu sendiri.

  • Minta pemahat patung untuk mulai bekerja menjadikan patung itu sesuai dengan keinginannya dengan cara membimbing posisi kepala, kaki, tangan, tubuh patungnya ( misal : tangan kanan ke atas, tangan kiri memegang kepala, lutut kanan bertumpu di lantai, kepala belok ke kiri, dsb)

  • Minta patung untuk menuruti semua posisi yang diminta oleh pemahat ( selama proses, pemahat dan patung tidak boleh saling berbicara)

  • Setelah selesai, ajukan pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan membuat patung sesuai keinginannya sendiri ?

  • Ajukan juga pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan untuk dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ?

  • Kemudian diskusikan bersama peserta : Apakah manusia bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ? Apakah anak – anak bisa ? Apakah orang dewasa bisa ? Bagaimana tanggapan peserta tentang permainan ini ?