Thursday, November 03, 2011

LPMP ADAKAN DIKLAT TOT PENILAIAN KINERJA GURU



Bertempat di LPMP Kalteng, mulai  1-5 November 2011, LPMP Kalteng mengadakan diklat TOT  penilaian kinerja guru se Kalteng. Para peserta berasal dari seluruh kabupaten/kota di bumi Isen Mulang ini. Terdiri dari pengawas, LPTK, guru senior dan staf  dinas pendidikan kab/kota dengan jumlah total 150-an orang.

Sedangkan pemateri berasal dari kalangan Widyaiswara LPMP kalteng sendiri. Menurut ketua pantia Jondro Batubara, MPd materi yang disampaikan antara lain pendidikan karakter bangsa, Kebijakan tentang Pengembangan Profesi Guru, Overview PK Guru dan PKB, Pemahaman Konsep PKB, Pemahaman terhadap Proses PK Guru dan Instrumen Pendukungnya, Pengamatan dan pendeskripsian Aktifitas Guru dan siswa, Penggunaan Indikator Kinerja Guru dan Penilaian Kompetensi (pengamatan), Analisis Hasil PK Guru, Identifikasi Kompetensi dan perencanaan PKB, Perencanaan PKB, Paparan Kinerja Kepsek, Prosedur Pengajuan DUPAK, Pengembangan Sistem Pelaporan Hasil PK Guru Online, dengan total 43 JP. Para peserta diklat ini nantinya akan dinilai kelulusannya apakah sebagai assesor atau tidak serta menjadi trainer di daerah masing-masing.

Acara sebelumnya dibuka oleh kepala LPMP Kalteng, Krisnayadi Toendan. Dalam sambutannya Krisnayadi menjelaskan GURU, kepala sekolah, dan pengawas merupakan subsistem penting dalam proses pendidikan. Guru memegang peranan strategis dalam peningkatan mutu proses pembelajaran dan mutu peserta didik. Secara faktual dibutuhkan guru yang standar dan professional untuk secara cepat mewujudkan kualitas tersebut. Reformasi pendidikan, termasuk di dalamnya reformasi konkret akan diterapkannya penilaian kinerja guru berdasarkan Permenagpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009 sebagai revisi Kepmenpan 84/1993 yang direncanakan efektif berlaku 1 Januari 2013. 
Dalam UU Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 pada Pasal 1 dinyatakan kinerja guru dalam melaksanakan tugas atau tanggung jawabnya meliputi (1) merencanakan pembelajaran, (2) melaksanakan pembelajaran, (3) menilai hasil pembelajaran, (4) membimbing dan melatih peserta didik, (5) melaksanakan tugas tambahan yang melekat dengan kegiatan pokok sesuai beban kerja guru.
Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru ada 4 kompetensi utama, yaitu: (1) kompetensi pedagogik, (2) kepribadian, (3) sosial, dan (4) profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.




Wednesday, January 26, 2011

PMPTK bubar, B P S D M P P M P muncul

Gonta ganti presiden/menteri maka gonta ganti juga programnya, agaknya pameo itu ada benarnya... baru-baru ini DITJEN PMPTK sudah dibubarkan dan berubah menjadi Badan Peningkatan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (B P S D M P P M P).


Agaknya singkatan lembaga baru tersebut cukup sulit untuk diingat dibandingkan dengan PMPTK, sebelumnya sebagian guru pu mengajukan protes pembubaran PMPTK, namun pemrintah jalan terus... akhirnya kita bisa berfikir positif mudah-mudahan dapat membawa dunia pendidikan khususnya peningkatan sumberdaya manusia Indonesia bisa lebih baik lagi, khususnya diklat dan penataran guru bisa diperbanyak :)

hati-hati kuliah "program Kerjasama"

      Menuntut ilmu memang kalau bisa sampai ke negeri cina, pepatah itu memotivasi siapapun betapa pentingnya mencari ilmu. Dalam mencari sekolah atau Universitas/perguruan tinggi harus teliti betil-betul, sebab kalau tidak akan timbul penyesalan dikemudian hari. 
     Seperti yang dialami dan diceritakan oleh seorang mahasiswa di palangkaraya mengungkapkan, dia merasa "terjebak" oleh perguruan tinggi tempatnya menuntut ilmu. pasalnya penyelenggaraan jurusan pendidikan yang ternyata nota bene "kerjasama" antara perguruan tinggi lokal palangkaraya dan perguruan tinggi luar kalteng.
      "Biaya kuliahnya mahal, dan ternyata biaya izin penyelenggaraan pembelajaran dibebankan kepada mahasiswa," ujar elis, yang enggan disebutkan nama aslinya di korankan. lebih lanjut diungkapkannya kalau antara informasi awal dengan kenyataannya ternyata berbeda jauh. mulai dari biaya SPP yang dibayarkan berbeda dengan diinformasikan sebelumnya hingga nilai hasil pembelajaran yang hingga kini masih belum keluar, padahal dia dengan teman-temannya sudah dua semester menjalani kuliah. sementara itu, gaji/honor dosen yang mengajarpun ternyata belum dibayarkan oleh pengelola program tersebut hingga dua semester ini dan ini sempat diungkapkan dosen kepada para mahasiswanya hingga mahasiswa merasa janggal, karena mereka sudah melakasanakan kewajibannya membayar SPP dan sebagainya.

Sunday, November 28, 2010

Porseni LPMP 2010 di Bandung

Dalam waktu tidak terlalu lama, LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) akan mengadakan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 9-13 Desember 2010 mendatang. Kegiatan olahraga yang dipertandingkan antara lain bola volly, bola sepak, tenis meja, tenis lapangan dan catur. 

Kegiatan yang diadakan khusus bagi staf,honorer, dan karyawan dil ingkungan LPMP tersebut akan bertempat di LPMP Bandung dan mungkin akan dihadiri oleh pejabat dilingkungan Kemendiknas, dan kemungkinan besar dihadiri oleh Mendiknas Prof.DR. Muhammad Nuh serta direktur PMPTK. LPMP Kalteng sendiri akan mengirimkan delegasinya berjumlah 40 orang. Sementara itu dari LPMP Jawa Timur mengirimkan 140 orang. LPMP peserta PORSENI tersebut akan diikuti antara lain oleh LPMP se-Kalimantan,  LPMP Jatim, LPMP Jakarta, LPMP NTB dan LPMP NTT.

Berdasarkan prediksi, kemungkinan besar LPMP Jatim akan menjadi juara umum PORSENI LPMP kali ini, karena mengirimkan mengirimkan "pasukan" terbanyak. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat LPMP lainnya  untuk bertanding khususnya LPMP Kalteng yang sudah berlatih keras jauh-jauh hari dalam persiapan menghadapi event tiap beberapa tahun tersebut. Kegiatan yang baru pertama kali digelar itu rencananya akan diadakan setiap tahunnya.

Semoga berjaya.

Friday, June 25, 2010

Wow, kuliah kedokteran di UNP4R tembus Rp.500 juta

"Komersialisasi" dalam dunia pendidikan tampaknya makin subur saja dibumi t'ambun bungai ' (red, Kalteng). salah satu contohnya misalnya, pada tahun 2010 ini, universitas p4langkar@ya (UNP@R) kalimantan tengah akan membuka program studi baru s-1 jurusan kedokteran/dokter umum. penyelenggaraan program tersebut bekerjasama dengan universitas lain yakni UI.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, calon mahasiswa jurusan tersebut adalah mahasiswa yang dipilih oleh kabupaten/kota sekalteng, jatahnya tiap kabupaten/kota 3 orang. sementara kalteng memiliki 12 kab/1 kota.

pihak UNP4R mematok biaya per siswa sebesar RP. 500 juta. konon merupakan jumlah terbesar di Indonesia. mengingat biaya yang fantastis mahal tersebut, sejumlah kabupaten/kota merasa keberatan dan berpikir dua kali untuk menyekolahkan calon mahasiswa dari daerah yang bersangkutan dari APBD daerah, sebab kalau dihitung saja 3 orang dikali 500 juta = 1,5 milyar rupiah.

" daripada kuliah di unpar dengan biaya 500 juta hanya untuk s1 dokter umum, lebih baik menyekolahkan dokter yang ada menjadi dokter spesialis di pulau jawa saja," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya. lebih jauh diungkapkan dengan biaya yang sama bisa lebih banyak menyekolahkan dokter specialis di pulau jawa, misalnya di Unair jelasnya. selain itu jumlah dokter spesialis sangat kurang di kalimantan tengah khususnya di daerah kabupaten.

lebih dalam disebutkannya, pihak unpar sendiri sepertinya memaksakan diri membuka jurusan tersebut. padahal sarana prasarana yang ada minim, tenaga pengajar yang minim/tidak ada, bahkan alat praktek juga tiada. belum lagi bila ditinjau dari jumlah rumah sakit yang ada di palangkaraya cuma satu yang dimiliki pemerintah. belum lagi kasus-kasus kesehatan yang ada juga sedikit yang bisa dijadikan pelajaran bagi mahasiswa.

sementara itu, dibukanya fakultas kedokteran di unpar tersebut tampaknya sepi peminat dari masyarakat umum.