Pucuk dicinta ulam tiba, akhirnya uang makan alias uang lauk pauk (ULP) para "abdi negara" di LPMP kalteng keluar juga. seperti yang dipantau dilapangan hari ini (jum'at/31/7), tampak puluhan PNS LPMP tengah tertib mengantri rapi diruang keuangan LPMP untuk mendapatkan haknya tersebut.
Menurut salah seorang dari mereka, pembayaran uang lauk pauk dirapel 2 bulan. Pembayaran dilakukan oleh staf keuangan bernama Gultom.
"Akhirnya....keluar jg uang lauk pauk......,lumayan buat liburan sabtu minggu....," demikian tulis Weni dalam facebooknya. sementara itu beberapa pns lainnya masih "mengeluhkan" pembayaran yang tidak full.
Kabar terbaru bagi para calon guru anak-anak TKI ke sabah Malaysia, pasalnya kemarin (22/7) kamal fikri (supervisor guru sabah) mengungkapkan pengiriman guru khusus untuk anak-anak TKI ke Malaysia akan dilakukan pada bulan agustus.
" Kemungkinan awal agustus ini berangkat udah oke, kemungkinan batal dan uang kembali ke kas negara sangat kecil," ungkap Kamal ketika di hubungi via phonsel.
lebih lanjut dijelaskan agar para calon guru yang telah terdaftar namanya agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya. sebelumnya keberangkatan guru-guru tersebut tertunda beberapa kali hingga hampir setengah tahun ini.
Baru-baru ini diadakan permilihan guru berprestasi tahun 2009. Menurut ketua panitia Ganda Dharma merupakan salah satu implementasi Undang-Undang Republic Indonesia nomor 14 tahun 2005 dan peraturan pemerintah REPUBLIC INDONESIA nomor 74 tahun 2008.
Guru berprestasi merupakan guru model atau contoh bagi guru lainnya, karena yang bersangkutan mempunyai prestasi yang luar biasa atau melebihi yang dicapai guru lain, sehingga berdampak positif bagi perkembangan pendidikan dan peningkatan mutu dan proses bagi perkembangan pendidikan dan peningkatan mutu dan proses pembelajaran.
“Melalui pemilihanguru berprestasi ini diharapkan semua pemangku kepentingan akan berpacu mencurahkan semua perhatian dalam pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru,” ujar Krisnayadi Toendan kepala LPMP Kalteng saat membuka kegiatan di aula LPMP.
Lebih jauh dijelaskantujuan kegiatan ini : menilai prestasi yang dicapai oleh guru yang meliputi kompetensi pedagogic, kepribadian, social, dan professional maupun peran serta atau sumbangsih guru kepada masyarakat, Menetapkan guru berprestasi di tingkat propinsi yang dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran secara merata, serta Meningkatakan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas.
Peserta terdiri dari 39 orang guru dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan tengah.
“ Namun yang tidak mengirimkan peserta hanya 2 Palangkaraya dan kabupaten Kapuas,” ujar salah seorang panitia.
Sementara itu Tim penilai terdiri dariWidyaiswara LPMP Kalteng, Dinas Pendidikan Kalteng, LPTK (Unpar), KANWIL DEPAG KALTENG
Adapun metode penilaian adalah Aspek kinerja , terdiri atas komponen professional, pedagogk, kepribadian, dan social. Aspek karya kreatif/inovatif serta Aspek hasil pembimbing
Tempat dan waktupelaksanaan Kegiatan dilaksanakan di LPMP Kalteng jl. Cilik Riwut km.4,5 Palangkaraya selama 5 hari tanggal 21-25 Juli 2009.
Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalteng merasa resah dan heran, pasalnya ketidakjelasan hak mereka soal uang makan yang hingga kini (17/7) belum dibagikan.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan sudah dua bulan uang makan tidak dibayarkan sehingga dikhawatirkan dapat mengurangi ketebalan "asap dapur" yang semakin menipis.
Ketika dikonfirmasi kepada Bendahara Keuangan LPMP, Kilat, S.Pd membenarkan uang makan belum dibagikan. Dia beralasan belum mempunyai rekap data.
" Rekap absen belum ada diberikan dari kepegawaian," ujar Kilat ditemui di tempat kerjanya belum lama ini.
Sementara itu ketika dicek ke Bagian Kepegawaian ketika ditemui(17/7) lalu membenarkan belum menyerahkan rekap absensi yang biasanya dijadikan patokan uang makan ke bendahara keuangan.
"Ini lagi dibuat," ujar Nurul Widyaistuti, yang merupakan staf kepegawaian.
Sebelumnya menurut informasi yang beredar, belum ada keputusan yang tegas dari pimpinan soal uang makan. Selama ini uang makan dibagikan kepada PNS LPMP berdasarkan hasil rekap jumlah kehadiran yang bersangkutan di kantor, disamping itu muncul tanda tanya kenapa tidak pernah diberikan slip pembayaran uang makan tersebut.
" kita tidak pernah diberikan slip tanda pembayaran uang makan tersebut? sepertinya tidak transparan," aku salah seorang PNS yang enggan disebut namanya.
Sementara ada dugaan kalau pencairan uang makan di KPKPN sudah dilakukan dan selalu dikeluarkan penuh oleh KPKPN. Disamping itu ada polling yang diadakan pimpinan tidak ada tindak lanjutnya.
Para “abdi negara” yang ada di LPMP berharap, hak mereka untuk menerima uang makan yang walaupun jumlahnya sangat sedikit ternyata sangat berarti bagi mereka, uang makan tersebut seyogyanya mereka terima setiap bulan bersamaan dengan pembayaran gaji.
Disamping itu juga uang tersebut dapat memotivasi para PNS dalam bekerja, juga karena merupakan hak mereka, dan juga menyangkut citra LPMP sendiri yang nota bene lembaga Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat yang ada di daerah yang telah mendapatkan sertifikat ISO manajemen mutu beberapa bulan lalu.
Diharapkan juga agar para pejabat yang berwenang untuk segera memberikan penjelasan yang pasti mengenai uang makan tersebut. Kalau memang ada agar segera direalisasikan dan kalau memang tidak ada di berikan penjelasan. ini semua demi kebaikan semua pihak karena kalau ini dibiarkan berlarut-larut akan muncul kesan adanya diskriminasi dan kecemburuan social.
kabar gembira bagi guru-guru se kalteng yang telah mengajukan permohonan bantuan beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang s-1.. menurut salah seorang pengelola dana beasiswa bantuan kualifikasi guru LPMP kalteng, ummi habibah mengungkapkan bantuan akan cair bulan agustus depan.
"Insya Allah agustus cair," ujar ummi ditemui di ruang kerjanya. lebih lanjut dijelaskan, bantuan beaiswa kualifikasi guru tersebut sudah direkap dan akan segera diajukan ke KPKPN untuk proses pencairan.
selanjutnya, bila cair, uang bantuan tersebut langsung di salurkan ke nomor rekening guru-guru yang bersangkutan.