Pengetahuan ini wajib diketahui oleh para guru bahkan Widyaiswara harus menguasainya... semoga bermanfaat... :)
RAGAM METODE BELAJAR
APAKAH METODE PEMBELAJARAN ITU ?
Metode : cara/teknik yang tersusun secara teratur untuk mencapai tujuan tertentu
Belajar diartikan sebagai sebuah proses perbaikan-perbaikan pengetahuan dan ketrampilan dengan cara mengalaminya sendiri (melihat, membaca, mendengar, merasakan, melakukan). Disini ada proses transformasi.
CIRI BELAJAR ORANG DEWASA
1. Tdk menyukai suasana formal, karena suasana formal mengekang proses berpikir
2. Orang dewasa selalu ingin memecahkan masalah, aktivitas di luar ruang
3. Orang dewasa akan mengalami kemajuan bila menghadapi masalah nyata
4. Orang dewasa selalu mencari manfaat dari apa yang dialaminya
METODE PEMBELAJARAN :
adalah cara/teknik yang dipergunakan widyaiswara/guru /fasilitator dalam proses pembelajran agar tercapai tujuan instruktional yang diharapkan.
Tujuan : kognitif, pemahaman transfer of knowledge (dari pengetahuan hingga sintesis dan evaluasi) afektif , sikap dan perilaku, perasaan, emosi, sistem nilai, sikap hati psikomotorik, ketrampilan motorik yg berhubungan dng anggota tubuh, tindakan, koordinasi antara syaraf dan otot.
MANFAAT METODE PEMBELAJARAN
1. Membantu WI dalam proses belajar mengajar agar tercapai tujuan pembelajaran.
2. Mempermudah peserta dlm menyerap materi diklat
3. Menghilangkan dinding pemisah antara WI dan peserta diklat
4. Mengali dan memanfaatkan potensi peserta
5. Terjadi kemitraan antara WI dan peserta
6. Menimbulkan perasaan ‘fun’ bagi peserta diklat sehingga motivasi peserta diklat meningkat
WILLIAM A. WARD :
Pengajar biasa ……..memberitahu
Pengajar yang baik …….menjelaskan
Pengajar yang lebih baik …mendemonstrasikan
Pengajar terbaik …… memberikan inspirasi
1. Coba direnungkan dan pahami kata-kata bijak tersebut
2. Coba tentukan metode belajar yang paling efektif
LATAR BELAKANG
CONFUSIUS, 1400 tahun lalu :
Apa yang saya dengar, saya lupa
Apa yang saya lihat, saya ingat
Apa yang saya kerjakan, saya faham
APA KATA AHLI ?
Apa yang saya dengar, saya lupa
Apa yang saya lihat, saya ingat sedikit
Apa yang saya dengar, lihat, dan diskusikan, saya mulai mengerti
Apa yang saya dengar, lihat, diskusikan dan kerjakan, saya dapatkan pengetahuan dan ketrampilan
Apa yang saya ajarkan, saya kuasai
( MEI SILBERMAN, 1996, active learning, 101, strategies to teach any subject)
FAKTOR-FAKTOR DALAM PEMILIHAN METODE PEMBELAJARAN
a. Tujuan Instruksional
b. Pengetahuan peserta (kemampuan awal?)
c. Bidang studi/pokok bahasan (ranah mana?)
d. Alokasi waktu dan sarana penunjang
e. Jumlah peserta diklat
f. Pengalaman dan kualitas WI
g. Tempat, tata ruang,situasi, masa, dan kondisi
PENGELOMPOKAN METODE PEMBELAJARAN
1. Model berbagi Informasi : Model orientasi, model sidang umum, model seminar, model konferensi kerja, model simposium, model forum, model panel
2. Model belajar melalui pengalaman : model simulasi, model bermain peran, model sajian situasii, model kelompok aplikasi, model sajian konflik, model sindikat, model kelompok T
3. Model pemecahan masalah : Model curah pendapat, model riuh bicara, model diskusi bebas, model kelompok okupasi, model kelompok silang, model tutorial, model studi kasus, model lokakarya
METODE BELAJAR
1. METODE KULIAH, CERAMAH (berbagi info)
2. METODE SEMINAR (berbagi info)
3. METODE KELOMPOK STUDI KECIL (berbagi info)
4. METODE DISKUSI (pemecahan masalah)
5. METODE BRAINSTORMING (CURAH PENDAPAT) (pemecahan masalah)
6. METODE STUDI KASUS (pemecahan masalah)
7. METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN (melalui pengalaman)
8. METODE SIMULASI (melalui pengalaman)
9. METODE ROLE PLAY (melalui pengalaman)
10. METODE TANYA JAWAB
11. METODE STUDI MANDIRI
1. METODE KULIAH, CERAMAH (lecture)
(kurang mengacu pada konsep belajar aktif)
a.Kegunaan :
. untuk menyajikan pengetahuan, pengalaman, dan pandangan, sasaran kognitif
. Penjelasan konsep, prinsip, dan fakta, pada akhir ceramah/kuliah ditutup dng tanya jawab
. Langkah awal untuk metode yg lain
b. Keuntungan :
. peserta dapat banyak, walaupun waktu terbatas
. dapat dilaksanakan dng peralatan terbatas
. peserta dpt berpartisipasi (tanya, usul, pendapat)
c. Kelemahan
. dapat terjadi ketidak seimbangan berpikir, antara pembicara dan pendengar
. tdk ada kontrol terhadap pendengar
. keberhasilan tdk terukur,
. peran serta peserta pembelajaran rendah
2. METODE SEMINAR
Seminar adalah suatu kegiatan belajar mengajar yg melibatkan sekelompok orang yg mempunyai pengalaman & pengetahuan yg mendalam, atau dianggap mempunyai pengalaman & pengetahuan mendalam tentang suatu hal, & membahas hal tersebut bersama-sama dng tujuan agar setiap peserta dpt saling belajar dan berbagi pengalaman dng rekannya.
a. Kegunaan :
. Membagi pengalaman/pengetahuan kepada orang lain
. Materi adalah sesuatu yg baru
b. Keuntungan :
. Bagi peserta, memperkaya pengetahuan, wawasan
. Peserta boleh berpendapat
. Menumbuhkan perilaku positif
c. Kelemahan :
. Peserta harus berpengetahuan yg memadai mengenai topik
. Sulit dilakukan untuk pendidikan peserta menengah kebawah
4. METODE DISKUSI (TUKAR PIKIRAN)
Membahas suatu masalah dng mengemukakan dasar alasan untuk mencari solusi
a. Kegunaan :
- Menggali ide peserta, & bahkan ide baru yg belum diungkap melatih menghargai pendapat org lain
- Pengembangan diri melalui kerjasama yg terkoordinasi
b. Keuntungan :
Diperoleh banyak informasi, kreativitas
Membiasakan diri dpt meyakinkan orang lain
Membiasakan peserta untuk berargumentasi, berfikir rasional
c. Kelemahan :
peserta harus siap, agar hasil optimal
Hasil diskusi dpt tidak ada, waktu terbuang percuma
5. METODE PROBLEM SOLVING
Merupakan cara memberikan pengertian dengan menstimulasi anak didik untuk memperhatikan, menelaah dan berpikir tentang suatu masalah untuk selanjutnya menganalisis masalah sebagai upaya untuk memecahkan masalah.
Langkah-langkah :
1. Ada masalah (dari peserta) yg jelas untuk dipecahkan.
2. Mencari data yg dapat igunakan untuk pemecahan masalah
3. Menetapkan jawaban sementara dari masalah, yg didasarkan dari data yg diperoleh
4. Menguji kebenaran jawaban sementara, agar diperoleh jawaban yg betul-2 cocok
5. Menarik kesimpulan jawaban pemecahan masalah
6. METODE BRAINSTORMING
a. Kegunaan :
. Menggali ide peserta, kreativitas, partisipasi,
. Mencari solusi (problem solving)
b. Keuntungan :
. Diperoleh banyak informasi, kreativitas
c. Kelemahan :
. Tidak diketahui hasil akhir
. Pimpinan harus menguasai, untuk mencari solusi
d. Ide :
. Bahwa landasan pemikiran secara kolektif lebih produktif dibanding pemikiran individual
7. METODE STUDI KASUS
Metode studi kasus berbentuk penjelasan tentang masalah, kejadian, atau situasi tertentu, kemudian peserta/siswa ditugasi mencari alternatif pemecahannya
a. Kegunaan : Pengembangan pengetahuan, sikap, berfikir kritis dan menemukan solusi baru dari suatu topik yg dipecahkan
b. Keuntungan :
. Anggota pengetahuannya dpt naik, saat evaluasi
. Keputusan hasil didasarkan atas teori, konsep atau prinsip yg jelas
c. Kelemahan :
. Hasil kesepakatan dpt lama
d. Persyaratan : peserta/siswa, harus memiliki pengetahuan awal tentang masalah tersebut
e. Makna : keberhasilan suatu diklat antara lain bagaimana melibatkan sebanyak mungkin peran peserta, peserta bersinergi
8. METODE DEMONSTRASI
a. Kegunaan :
- Untuk meningkatkan pemahaman peserta, dan digunakan untuk diklat dng sasaran psikomotorik
- Hasil nyata & langsung dpt diterapkan
b. Keuntungan :
- Penguasaan substansi peserta terjamin
- Mengurangi kesalahan , karena gambaran jelas
c. Kelemahan :
- Peserta terbatas, dan dpt membosankan kalau diulang-ulang, karena peragaan peserta yg lain
- Alat peraga harus tersedia
- Guru/ Widyaiswara, harus memiliki keahlian yg akan didemokan
9. METODE PRAKTIK
Adalah metode mendidik dengan cara memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda seraya diperagakan dengan harapan peserta menjadi jelas dan gambalang sekaligus dapat mempraktikannya materi yg dimaksud.
Tujuan :
1. Memberi pengalaman praktis berarti memberi masukan wawasan ilmu pengetahuan
2. Selanjutnya dng pengalaman praktis wawasan peserta terbuka dan menjadi luas
10. METODE SIMULASI
Simulasi diartikan sebagai kegiatan pembelajaran yg memberi kesempatan kepada peserta diklat untuk meniru suatu kegiatan atau pekerjaan yg dituntut dlm kehidupan sehari-hari, atau yg berkaitan dng tugas yg akan menjadi tanggung jawabnya
a. Kegunaan :
. memberikan gambaran realita, pada peserta
. Simulasi suatu kegiatan , proses, ketrampilan tertentu yg harus dikuasai peserta
b. Keuntungan :
. Peserta faham benar thd suatu kegiatan
. Resiko pekerjaan yg berbahaya menjadi lebih kecil
. Belajar dari berbuat, meniru
c. Kelemahan :
. Perlu peralatan untuk simulasi
. Kreativitas peserta tidak diperlukan
. Situasi buatan tdk selalu sama dng sebenarnya
11. METODE ROLE PLAY (BERMAIN PERAN)
Bermain peran berarti memainkan suatu peran tertentu sehingga yg bermain harus mampu berbuat (berbicara/bertindak) seperti peran yg dimainkan, mirip dng simulasi. Atau bahkan bermain peran adalah simulasi atau tiruan dari perilaku orang yg diperankan
Kegunaan :
. Untuk memberikan gambaran yg lebih nyata, pada peserta
. Yg dimainkan adalah peran orang, mahluk hidup
b. Keuntungan :
. Peserta faham benar
. Belajar dari berbuat, meniru
c. Kelemahan :
. Pelaksanaannya tidak mudah, harus dihayati benar
d. Makna : melibatkan interaksi antara peserta tentang suatu topik atau situasi.
12. METODE TANYA JAWAB
Tanya jawab terjadi apabila terjadi ketidak tahuan atau ketidak pahaman akan sesuatu peristiwa, melalui WI bertanya kepada peserta atau peserta bertanya kepada WI
Kegunaan :
1. untuk merangsang berpikir dan membimbing mencari kebenaran dan memberikan pengertian
2. untuk mengetahui kemampuan peserta
3. memotivasi dan menimbulkan kompetisi belajar
4. melatih peserta untuk berpikir dan berbicara sistematis berdasar pemikiran yg orisinil
13. METODE TULISAN
Adalah metode mendidik dengan huruf, simbol-simbol, sehingga dapat dipakai sebagai jembatan untuk mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui peserta.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (al-Alaq: 1-5)
14. METODE KISAH
Adalah metode mendidik dengan menceritakan kisah-kisah tokoh, sehingga dapat mengubah hati nuraninya dan berupaya melakukan hal-hal yang baikdan menjauhkan perbuatan buruk sebagai dampak dari kisah itu.
Kisah selalu memikat karena mengundang pendengar untuk mengikuti peristiwanya, merenungkan maknanya. Selanjutnya makna-makna tsb akan menimbulkan kesan dlm hati pendengarnya.
15. METODE KELOMPOK ORIENTASI
1. Suatu metode pembelajaran yang dimulai dengan memperkenalkan program, lingkungan tempat pembelajaran, sarana dan prasarana yng terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan dikenalnya semua diawal pembelajaran, peserta hilang rasa takut, cemas, tegang, grogi dsb, sehingga diharapkan sasaran pembelajaran dapat tercapai dengan optimal.
16. METODE SIDANG UMUM
1. Metode sidang umum untuk pertemuan formal berskala besar, dan bersifat periodik. SU MPR, disini seluruh anggota terlibat didlam pengambilan keputusan formal.SU PBB, semua anggota dan organisasi internasional terlibat dng pengambilan keputusan tersebut.
17. METODE KONFERENSI (MUKTAMAR) KERJA
1. Suatu metode pembelajaran yang dimulai dengan peserta bertukar pikiran atau merundingkan suatu masalah terlebih dahulu terhadap masalah bersama. Pertemuan diadakan dalam skala besar , seperti Konferensi AA, KTT Asean, Konferensi Meja Bundar.
2. Secara spesifik, konferensi diartikan sebagai rangkaian pertemuan yg membahas topik yg menjadi kepedulian berbagai orang atau kelompok peserta
18. METODE SIMPOSIUM
1. Metode simposium diartikan sebagai wahana pertemuan ilmiah yg resmi. Pembicara menyampaikan pandangan tentang topik tertentu dari berbagai visi, yang akan dibahas secara luas, dan masalah itu akan diurai secara interdisipliner oleh peserta simposium.
2. Tentu hadir berbagai pakar/praktisi yg relkevan agar pembahasan akan memperoleh hasil yg optimal.
19. METODE FORUM
Suatu metode pembelajaran yang dipakai untuk mempersatukan berbagai pendapat yg berbeda. Forum diartikan juga sebagai organisasi yg menghimpun keragaman potensi dalam masyarakat. Menghimpun keragaman
20. METODE PANEL
Metode panel akan melibatkan beberapa pembicara kunci yang disebut sebagai panelis dan peserta. Dengan dibantu moderator, para panelis mencoba membahas masalah kontraversial yg potensial mengundang pendapat yg bertentangan.
kesimpulan penulis :
dari semua ragam metode mengajar/presentasi yang ditulis di atas, semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sangat tergantung dengan kondisi dan situasi yang ada....oleh karena itu sangat dianjurkan agar guru/widyaiswara tidak hanya menggunakan satu metode dalam pembelajaran, tetapi menggunakan banyak teknik....
Tuesday, May 19, 2009
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
COOPERATIVE LEARNING DAN TEKNIK PENYAJIAN
PENDEKATAN
PEMBELAJARAN
1. Cooperative learning
• Kepala bernomor
• Mencari pasangan
• Berpikir berpasangan
• Jigsaw
• Examples non examples
• Picture and picture
• Bertukar pasangan
• Group investigation
2. DEEP DIALOG/CRITICAL THINKING (DD/CT)
3. KONTEKSTUAL
KEPALA BERNOMOR
NUMBERED HEADS TOGETHER
(OLEH SPENCER KAGAN 1992)
LANGKAH-LANGKAH
1. Siswa dibagi kelompok
2. Setiap siswa mendapat nomor
3. Setiap siswa mendapat tugas
4. Kelompok mendiskusikan jawaban
5. Guru memanggil salah satu nomor untuk melaporkan hasil kerjasama kelompok
6. Kesimpulan – penutup
BERPIKIR BERPASANGAN
THINK PAIR AND SHARE
(OLEH FRANK LYMAN 1985) LANGKAH-LANGKAH
1. Guru menyampaikan isi materi dan tujuan
2. Siswa berpikir materi dari guru tsb
3. Siswa diminta berpasangan masing-2 mengutarakan jawabannya
4. Tiap kelompok/pasangan mengemukakan hasil diskusinya
5. Materi bisa dikembangkan dari wawasan siswa
6. Kesimpulan - penutup
JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
OLEH ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES & SNAPP 1978)
LANGKAH-LANGKAH
1. Siswa dikelompokkan (4 orang)
2. Setiap siswa diberi materi yang berbeda
3. Setiap siswa membaca tugas bagiannya
4. Siswa yang memiliki nomor sama berkumpul dalam satu kelompok (tim ahli)
5. Siswa kembali ke kelompok semula
6. Secara bergantian mempresentasikan hasil jawaban tim ahli kepada teman lainnya, semua anggota kelompok mencatat hasil
7. Kesimpulan – penguatan dari guru
EXAMPLES
NON EXAMPLES
LANGKAH-LANGKAH
1. Guru menyiapkan gambar yang sesuai dengan tujuan
2. Siswa diminta mengamati gambar
3. Siswa dikelompokkan dan menganalisa gambar
4. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya
5. Dimulai dari hasil diskusi siswa, guru menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
6. Kesimpulan
PICTURE AND PICTURE
LANGKAH-LANGKAH
1. Guru menyampaikan tujuan yg ingin dicapai
2. Menyajikan materi sebagai pengantar
3. Guru menunjukkan gambar-gambar
4. Siswa mengurutkan gambar sesuai dengan urutan yang logis
5. Guru menanyakan alasan pemikiran urutan gambar tersebut
6. Dari urutan tersebut guru menanamkan konsep
7. Kesimpulan - rangkuman
BERTUKAR PASANGAN
LANGKAH-LANGKAH
1. Guru menyampaikan tujuan yg ingin dicapai
2. Menyajikan materi sebagai pengantar
3. Guru menunjukkan gambar-gambar
4. Siswa mengurutkan gambar sesuai dengan urutan yang logis
5. Guru menanyakan alasan pemikiran urutan gambar tersebut
6. Dari urutan tersebut guru menanamkan konsep
7. Kesimpulan - rangkuman
GROUP INVESTIGATION
OLEH SHARAN 1992
LANGKAH-LANGKAH
1. Siswa dikelompokkan secara heterogen
2. Guru menjelaskan tugas kelompok
3. Guru memanggil ketua kelompok untuk menerima materi/tugas yang berbeda
4. Masing-masing kelompok membahas tugas secara kooperatif
5. Selesai berdiskusi, ketua menyampaikan hasil kelompok
6. Guru memberikan kesimpulan
7. Penilaian
COOPERATIVE LEARNING DAN TEKNIK PENYAJIAN
PENDEKATAN
PEMBELAJARAN
1. Cooperative learning
• Kepala bernomor
• Mencari pasangan
• Berpikir berpasangan
• Jigsaw
• Examples non examples
• Picture and picture
• Bertukar pasangan
• Group investigation
2. DEEP DIALOG/CRITICAL THINKING (DD/CT)
3. KONTEKSTUAL
KEPALA BERNOMOR
NUMBERED HEADS TOGETHER
(OLEH SPENCER KAGAN 1992)
LANGKAH-LANGKAH
1. Siswa dibagi kelompok
2. Setiap siswa mendapat nomor
3. Setiap siswa mendapat tugas
4. Kelompok mendiskusikan jawaban
5. Guru memanggil salah satu nomor untuk melaporkan hasil kerjasama kelompok
6. Kesimpulan – penutup
BERPIKIR BERPASANGAN
THINK PAIR AND SHARE
(OLEH FRANK LYMAN 1985) LANGKAH-LANGKAH
1. Guru menyampaikan isi materi dan tujuan
2. Siswa berpikir materi dari guru tsb
3. Siswa diminta berpasangan masing-2 mengutarakan jawabannya
4. Tiap kelompok/pasangan mengemukakan hasil diskusinya
5. Materi bisa dikembangkan dari wawasan siswa
6. Kesimpulan - penutup
JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
OLEH ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES & SNAPP 1978)
LANGKAH-LANGKAH
1. Siswa dikelompokkan (4 orang)
2. Setiap siswa diberi materi yang berbeda
3. Setiap siswa membaca tugas bagiannya
4. Siswa yang memiliki nomor sama berkumpul dalam satu kelompok (tim ahli)
5. Siswa kembali ke kelompok semula
6. Secara bergantian mempresentasikan hasil jawaban tim ahli kepada teman lainnya, semua anggota kelompok mencatat hasil
7. Kesimpulan – penguatan dari guru
EXAMPLES
NON EXAMPLES
LANGKAH-LANGKAH
1. Guru menyiapkan gambar yang sesuai dengan tujuan
2. Siswa diminta mengamati gambar
3. Siswa dikelompokkan dan menganalisa gambar
4. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya
5. Dimulai dari hasil diskusi siswa, guru menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
6. Kesimpulan
PICTURE AND PICTURE
LANGKAH-LANGKAH
1. Guru menyampaikan tujuan yg ingin dicapai
2. Menyajikan materi sebagai pengantar
3. Guru menunjukkan gambar-gambar
4. Siswa mengurutkan gambar sesuai dengan urutan yang logis
5. Guru menanyakan alasan pemikiran urutan gambar tersebut
6. Dari urutan tersebut guru menanamkan konsep
7. Kesimpulan - rangkuman
BERTUKAR PASANGAN
LANGKAH-LANGKAH
1. Guru menyampaikan tujuan yg ingin dicapai
2. Menyajikan materi sebagai pengantar
3. Guru menunjukkan gambar-gambar
4. Siswa mengurutkan gambar sesuai dengan urutan yang logis
5. Guru menanyakan alasan pemikiran urutan gambar tersebut
6. Dari urutan tersebut guru menanamkan konsep
7. Kesimpulan - rangkuman
GROUP INVESTIGATION
OLEH SHARAN 1992
LANGKAH-LANGKAH
1. Siswa dikelompokkan secara heterogen
2. Guru menjelaskan tugas kelompok
3. Guru memanggil ketua kelompok untuk menerima materi/tugas yang berbeda
4. Masing-masing kelompok membahas tugas secara kooperatif
5. Selesai berdiskusi, ketua menyampaikan hasil kelompok
6. Guru memberikan kesimpulan
7. Penilaian
Friday, May 15, 2009
Buruan masukin proposal kkg
Pengumuman penting
Disampaikan kepada seluruh guru/kepala sekolah kelompok KKG/MGMP/MKPS di Kalteng agar segera memasukkan proposalnya untuk diajukan sebagai calon penerima bantuan blogrant tahun 2009. berdasarkan data dari pengelola, noveri mamben data proposal yang masuk tanggal 15 mei 2009 hanya kurang dari 20 buah proposal.
Sementara itu, batas akhir pengumpulan proposal awal juni 2009. penyeleksian bulan juni dan pengumuman yang lulus sebagai penerima bantuan akan diumumkan akhir bulan juni 2009.
untuk lebih memuluskan proposal kkg/mgmp, penulis sarankan agar kelompik kkg/mgpm nya memiliki anggota lebih dari satu sekolah/artinya diikuti banyak sekolah... dan programnya kalau bisa yang sangat urgen seperti workshop ktsp, pelatihan blogger guru pendidikan/ICT...
Berita terkait sebelumnya tentang kuota KKG/MGMP lihat http://potretpendidikankalteng.blogspot.com/2009/04/kuota-block-grant-kkgmgmp-2009.html
atau klik disini
Disampaikan kepada seluruh guru/kepala sekolah kelompok KKG/MGMP/MKPS di Kalteng agar segera memasukkan proposalnya untuk diajukan sebagai calon penerima bantuan blogrant tahun 2009. berdasarkan data dari pengelola, noveri mamben data proposal yang masuk tanggal 15 mei 2009 hanya kurang dari 20 buah proposal.
Sementara itu, batas akhir pengumpulan proposal awal juni 2009. penyeleksian bulan juni dan pengumuman yang lulus sebagai penerima bantuan akan diumumkan akhir bulan juni 2009.
untuk lebih memuluskan proposal kkg/mgmp, penulis sarankan agar kelompik kkg/mgpm nya memiliki anggota lebih dari satu sekolah/artinya diikuti banyak sekolah... dan programnya kalau bisa yang sangat urgen seperti workshop ktsp, pelatihan blogger guru pendidikan/ICT...
Berita terkait sebelumnya tentang kuota KKG/MGMP lihat http://potretpendidikankalteng.blogspot.com/2009/04/kuota-block-grant-kkgmgmp-2009.html
atau klik disini
Tuesday, May 12, 2009
Tip Sukses Mengajar komplit
Tip Sukses Mengajar # 1:
Pastikan Siswa dalam Keadaan Fun Ketika Belajar
Tip sukses mengajar yang satu ini harus mendapatkan perhatian utama dari kita sebagai guru karena dampaknya sangat kuat. Siswa yang enjoy dan rileks ketika belajar, akan dapat lebih fokus. Berbeda dengan siswa yang merasa tertekan ketika belajar.
Siswa yang tertekan tidak bisa berpikir panjang, apalagi mengeluarkan kecerdasan atau kreativitasnya. Mereka hanya menghabiskan energi untuk hal-hal yang membuatnya tertekan. Itu sebabnya guru yang mengajar sambil marah-marah jarang mencapai hasil optimal. Jadi, ingat tip sukses mengajar satu ini: Pastikan siswa dalam keadaan fun ketika belajar.
Dalam teori otak tri une (three in one), otak manusia terdiri dari tiga bagian. Ini mirip dengan perkembangan manusia itu sendiri. Otak yang pertama adalah otak reptilia, otaknya binatang melata seperti ular atau kadal. Otak ini termasuk otak primitif, otak yang pertama kali digunakan oleh manusia.
Sekali lagi, ingat tip mengajar ini! Sekarang kita teruskan.
Otak reptilia memiliki fungsi untuk mempertahankan hidup. Siswa yang tertekan akan menggunakan otak ini, dengan tujuan mempertahankan diri. Sikap yang diambil hanya ada dua, yaitu: bertempur atau kabur, melawan atau lari. Ketika siswa berani, dia akan melawan. Namun kalau tidak berani, dia akan lari atau kabur.
Bentuk lari ini misalnya: lari dari tanggung jawab, menyalahkan teman lainnya (mencari kambing hitam), tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (yang sebetulnya bukan sakit beneran, melainkan sakit karena pengaruh rasa takut menghadapi kenyataan di sekolah). Siswa demikian tidak bisa menggunakan kemampuan terbaiknya untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Jadi pastikan, siswa dalam keadaan fun ketika belajar. Ini tip sukses mengajar pertama. Kembali ke soal otak.
Otak kedua disebut otak mamalia. Otak ini dimiliki oleh binatang menyusui, misalnya kucing. Otak mamalia terkait dengan kasih sayang, dan berperan dalam ingatan jangka panjang.
Orang yang memiliki kasih sayang tinggi biasanya juga memiliki ingatan jangka panjang yang lebih baik. Sebab itu jika guru berhasil menanamkan kasih sayang di antara murid-muridnya, dan guru juga mengajar dengan penuh kasih sayang kepada murid-muridnya, maka keberhasilan siswa dalam belajar akan lebih baik.
Tip sukses mengajar ini memang vital. Kita lanjutkan.
Sikap yang baik untuk berkasih sayang ini dapat dicapai melalui pembiasaan ber-empati kepada orang lain. Empati! Ya, sikap memahami orang lain. Apabila setiap warga kelas mengembangkan sikap empati ini, saling menghargai dan saling menghormati, maka sikap saling membantu akan terwujud, dan kelas yang demikian pasti akan solid.
Kesolidan kelas akan memudahkan pencapaian prestasi oleh siswa, karena siswa yang telah berhasil akan rela membantu teman-temannya yang belum berhasil untuk mencapai hasil yang optimal pula. Dan kondisi ini (siswa saling ber-empati) akan terwujud jika siswa dalam keadaan fun dan tidak sedang dalam kondisi tertekan.
Ya, pasti: tip sukses mengajar # 1. Pastikan siswa dalam keadaan fun ketika belajar.
Otak ketika disebut neokorteks (otak berpikir). Kreativitas, kemampuan menalar, logika, dan semacamnya bekerja pada otak ini. Apabila kondisi siswa sedang enjoy, memiliki sikap empati yang tinggi, maka otak neokorteks ini akan bekerja secara maksimal. Jika otak ini bekerja maksimal, maka capaian siswa pun akan maksimal. Dengan demikian, pembelajaran juga akan berlangsung lancar, dan siswa dapat mencapai hasil belajar secara optimal.
Jadi, sekali lagi, ketika belajar, pastikan bahwa siswa dalam keadaan fun. Inilah tip sukses mengajar yang harus mendapatkan perhatian kita sebagai guru yang ingin sukses mengajar. Guru sukses memang harus sukses mengajarnya, karena kesuksesan guru lebih mudah dilihat melalui kesuksesan murid-muridnya.
Guru sukses mengajar dengan sukses menggunakan tip sukses mengajar! Sebagai penyegar ingatan, coba lihat lagi artikel tentang indera belajar siswa.
See you. Sampai jumpa.
Tip Sukses Mengajar # 2:
Pastikan Siswa Telah Menguasai Kemampuan Prasyarat Ketika Belajar
Tip sukses mengajar ini juga penting karena sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Ibarat naik tangga, orang harus naik setahap demi setahap untuk sampai di puncak. Belajar pun demikian. Sebab itu tip sukses mengajar kedua saya beri judul seperti di atas.
Proses belajar itu berkesinambungan. Siswa tidak akan bisa belajar dengan baik jika kemampuan prasyarat belum dikuasainya. Contoh: siswa akan belajar perkalian. Agar proses belajar efektif dan efisien, maka siswa tadi harus sudah menguasai konsep penjumlahan. Penjumlahan inilah yang dimaksud dengan kemampuan prasyarat untuk materi perkalian. Ingat, tip sukses mengajar kedua adalah tentang penguasaan kemampuan prasyarat.
Mengapa siswa harus menguasai konsep penjumlahan terlebih dahulu sebelum mempelajari perkalian? Kita ingat bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang. Nah, karena perkalian merupakan penjumlahan berulang, maka siswa yang telah menguasai kosep penjumlahan tentunya akan lebih mudah menguasai konsep perkalian. Jelas, siswa tadi akan lebih cepat dan berhasil dalam belajarnya. Cepat dan berhasil, inilah yang dimaksud dengan efektif dan efisien.
Mengenai tip sukses mengajar tentang kemampuan prasyarat ini, ada cerita menarik dari teman-teman guru. Suatu hari, dalam acara workshop, beberapa di antara mereka bertanya kepada penyaji materi.
Pertanyaannya begini:
“Pak, dalam tugasnya sebagai agen pembelajaran, guru harus mengajarkan materi pelajaran sesuai kurikulum. Alokasi waktu sudah ditentukan. Tetapi kalau kita mengikutinya, kita akan mengalami kesulitan. Pasalnya, siswa di kelas itu belum sepenuhnya menguasai kemampuan prasyaratnya. Misalnya kita akan mengajarkan materi tentang ‘J’ dengan kemampuan prasyarat konsep ‘I’. Tetapi sebagian besar siswa belum menguasai konsep ‘I’ tadi. Apa yang harus kita lakukan, tetap mengajarkan materi ‘J’ atau mengulangi mengajarkan konsep ‘I’ dahulu?”
Penyaji materi tadi tidak langsung menjawab melainkan justru balik bertanya, “Bapak-Ibu, kedua pilihan tadi sama-sama ada untung ruginya. Kalau kita tetap mengajarkan konsep ‘J’, ya materi pelajaran selesai tetapi siswa tidak bisa apa-apa. Nah, kalau kita mengulangi mengajarkan konsep ‘I’, pelajaran agak lambat, tetapi siswa lebih berhasil. Mana yang Bapak-Ibu pilih?”
Para guru tidak menunggu jawaban dari penyaji materi tetapi diam, dan mulai merenung.
Sampai di sini dulu ya …. Mari kita renungkan dahulu cerita di atas. Kita akan bertemu lagi untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan rekan-rekan guru tersebut. Tetapi tetap ingat, tip sukses mengajar yang kedua tentang kemampuan prasyarat ini ya …. Dan, sambil merenung dan menunggu jawaban para guru tadi, ada baiknya Anda cek kembali artikel tentang definisi mengajar. Mungkin dari situ Anda dapat menemukan jawaban untuk pertanyaan para guru tadi.
Tip Sukses Mengajar 3 (Terakhir)
Selamat berjumpa kembali. Pada akhir postingan saya tentang tip sukses mengajar lanjutan, saya mengajak pembaca untuk merenungkan pertanyaan para guru peserta workshop mengenai kemampuan prasyarat yang harus dikuasai siswa agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan efisien, sekaligus menemukan jawabannya. Jika Anda belum mengikuti postingan terakhir, silakan sekarang cek dulu agar memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai postingan tip sukses mengajar kali ini.
Nah, setelah merenung beberapa hari, atau Anda yang baru saja membaca postingan tip sukses mengajar lanjutan, kini kita sudah menemukan jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika dalam proses pembelajaran siswa belum menguasai kemampuan prasyarat, maka tugas guru haruslah memfasilitasi siswa agar mereka menguasai kemampuan dimaksud. Jadi, kemampuan prasyarat harus didahulukan. Inilah inti dari tip sukses mengajar yang kedua.
Anda tidak perlu khawatir bahwa Anda akan kekurangan waktu untuk menyelesaikan target kurikulum. Percayalah, bahwa ketika siswa sudah menguasai kemampuan prasyarat yang diperlukan, proses pembelajaran dapat dipercepat dengan hasil belajar yang dapat diandalkan. Jika Anda tidak yakin dengan jawaban ini, silakan Anda coba saja. Buat catatan waktu, berapa lama siswa Anda menguasai kompetensi dalam proses pembelajaran materi baru jika mereka telah menguasai kemampuan prasyaratnya.
Bandingkan dengan kegiatan pembelajaran yang siswanya belum menguasai kemampuan prasyaratnya. Topik ini juga bisa dijadikan ide pembuatan PTK, bukan? Ini bisa buat modal mengikuti uji sertifikasi guru … he he he ….
Sekarang kita berlanjut pada tip sukses mengajar yang ketiga.
Tip Sukses Mengajar # 3:
Buat Perencanaan Yang Tepat
Perencanaan dalam proses pembelajaran memegang peranan penting, dan ikut menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Sebab itu perencanaan ini kita masukkan ke dalam tip sukses mengajar. Bagaimana perencanaan bisa mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran?
Dalam mengajar, sebetulnya para guru melakukan apa yang dipikirkannya. Jika pikiran guru ketika mengajar fokus pada pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa, maka pikiran itu akan mengarahkan kepada jalan terbaik yang harus ditempuh. Tetapi jika pikiran guru tidak fokus pada pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa, misalnya yang ada dalam pikiran “yang penting mengajar“, maka hasil belajar siswa pun kemungkinan besar akan mengecewakan guru itu sendiri. Nah, melalui penyusunan perencanaan yang tepat, guru dapat terbantu untuk fokus.
Perencanaan yang tepat mencakup penjabaran kompetensi yang harus dikuasai siswa, penentuan kegiatan pembelajaran (pemberian pengalaman belajar kepada siswa), penyiapan media dan metode yang tepat, sekaligus pembuatan evaluasinya. Baik juga kalau Anda buka lagi artikel tentang tugas guru sebagai agen pembelajaran untuk menyegarkan ingatan.
Memang ini akan menyita cukup waktu guru, karena harus menganalisis kompetensi dasar dan menjabarkannya menjadi indikator dan tujuan pembelajaran, menganalisis kemampuan prasyarat siswa, meniapkan media yang tepat, serta menyusun soal-soal untuk mengetahui keberhasilan siswa. Namun, kembali pada tip sukses mengajar yang kedua bahwa kemampuan prasyarat dapat mengefektifkan dan mengefisienkan proses pembelajaran, maka melalui penyusunan perencanaan yang tepat ini pun akan memudahkan pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa.
Taruhlah misalnya melalui perencanaan yang dibuat guru ternyata proses pembelajaran tidak efektif, maka guru itu masih bisa memperbaikinya dengan membuat perencanaan yang lebih baik berdasarkan refleksi dari proses pembelajaran yang telah berlangsung. Ini lebih mudah daripada harus membuat perencanaan yang baru sama sekali, dan tentunya lebih efektif karena berangkat dari perencanaan yang sudah dilakukan sebelumnya.
Coba juga cek pada artikel tentang rahasia guru sukses. Bagaimana mereka bisa menjadi guru sukses, yakni guru yang profesional, bermartabat, dan sejahtera. Ikutilah rahasianya. sampaikan juga kepada rekan sejawat Anda, agar semakin banyak guru sukses di negeri tercinta kita ini.
Pastikan Siswa dalam Keadaan Fun Ketika Belajar
Tip sukses mengajar yang satu ini harus mendapatkan perhatian utama dari kita sebagai guru karena dampaknya sangat kuat. Siswa yang enjoy dan rileks ketika belajar, akan dapat lebih fokus. Berbeda dengan siswa yang merasa tertekan ketika belajar.
Siswa yang tertekan tidak bisa berpikir panjang, apalagi mengeluarkan kecerdasan atau kreativitasnya. Mereka hanya menghabiskan energi untuk hal-hal yang membuatnya tertekan. Itu sebabnya guru yang mengajar sambil marah-marah jarang mencapai hasil optimal. Jadi, ingat tip sukses mengajar satu ini: Pastikan siswa dalam keadaan fun ketika belajar.
Dalam teori otak tri une (three in one), otak manusia terdiri dari tiga bagian. Ini mirip dengan perkembangan manusia itu sendiri. Otak yang pertama adalah otak reptilia, otaknya binatang melata seperti ular atau kadal. Otak ini termasuk otak primitif, otak yang pertama kali digunakan oleh manusia.
Sekali lagi, ingat tip mengajar ini! Sekarang kita teruskan.
Otak reptilia memiliki fungsi untuk mempertahankan hidup. Siswa yang tertekan akan menggunakan otak ini, dengan tujuan mempertahankan diri. Sikap yang diambil hanya ada dua, yaitu: bertempur atau kabur, melawan atau lari. Ketika siswa berani, dia akan melawan. Namun kalau tidak berani, dia akan lari atau kabur.
Bentuk lari ini misalnya: lari dari tanggung jawab, menyalahkan teman lainnya (mencari kambing hitam), tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (yang sebetulnya bukan sakit beneran, melainkan sakit karena pengaruh rasa takut menghadapi kenyataan di sekolah). Siswa demikian tidak bisa menggunakan kemampuan terbaiknya untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Jadi pastikan, siswa dalam keadaan fun ketika belajar. Ini tip sukses mengajar pertama. Kembali ke soal otak.
Otak kedua disebut otak mamalia. Otak ini dimiliki oleh binatang menyusui, misalnya kucing. Otak mamalia terkait dengan kasih sayang, dan berperan dalam ingatan jangka panjang.
Orang yang memiliki kasih sayang tinggi biasanya juga memiliki ingatan jangka panjang yang lebih baik. Sebab itu jika guru berhasil menanamkan kasih sayang di antara murid-muridnya, dan guru juga mengajar dengan penuh kasih sayang kepada murid-muridnya, maka keberhasilan siswa dalam belajar akan lebih baik.
Tip sukses mengajar ini memang vital. Kita lanjutkan.
Sikap yang baik untuk berkasih sayang ini dapat dicapai melalui pembiasaan ber-empati kepada orang lain. Empati! Ya, sikap memahami orang lain. Apabila setiap warga kelas mengembangkan sikap empati ini, saling menghargai dan saling menghormati, maka sikap saling membantu akan terwujud, dan kelas yang demikian pasti akan solid.
Kesolidan kelas akan memudahkan pencapaian prestasi oleh siswa, karena siswa yang telah berhasil akan rela membantu teman-temannya yang belum berhasil untuk mencapai hasil yang optimal pula. Dan kondisi ini (siswa saling ber-empati) akan terwujud jika siswa dalam keadaan fun dan tidak sedang dalam kondisi tertekan.
Ya, pasti: tip sukses mengajar # 1. Pastikan siswa dalam keadaan fun ketika belajar.
Otak ketika disebut neokorteks (otak berpikir). Kreativitas, kemampuan menalar, logika, dan semacamnya bekerja pada otak ini. Apabila kondisi siswa sedang enjoy, memiliki sikap empati yang tinggi, maka otak neokorteks ini akan bekerja secara maksimal. Jika otak ini bekerja maksimal, maka capaian siswa pun akan maksimal. Dengan demikian, pembelajaran juga akan berlangsung lancar, dan siswa dapat mencapai hasil belajar secara optimal.
Jadi, sekali lagi, ketika belajar, pastikan bahwa siswa dalam keadaan fun. Inilah tip sukses mengajar yang harus mendapatkan perhatian kita sebagai guru yang ingin sukses mengajar. Guru sukses memang harus sukses mengajarnya, karena kesuksesan guru lebih mudah dilihat melalui kesuksesan murid-muridnya.
Guru sukses mengajar dengan sukses menggunakan tip sukses mengajar! Sebagai penyegar ingatan, coba lihat lagi artikel tentang indera belajar siswa.
See you. Sampai jumpa.
Tip Sukses Mengajar # 2:
Pastikan Siswa Telah Menguasai Kemampuan Prasyarat Ketika Belajar
Tip sukses mengajar ini juga penting karena sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Ibarat naik tangga, orang harus naik setahap demi setahap untuk sampai di puncak. Belajar pun demikian. Sebab itu tip sukses mengajar kedua saya beri judul seperti di atas.
Proses belajar itu berkesinambungan. Siswa tidak akan bisa belajar dengan baik jika kemampuan prasyarat belum dikuasainya. Contoh: siswa akan belajar perkalian. Agar proses belajar efektif dan efisien, maka siswa tadi harus sudah menguasai konsep penjumlahan. Penjumlahan inilah yang dimaksud dengan kemampuan prasyarat untuk materi perkalian. Ingat, tip sukses mengajar kedua adalah tentang penguasaan kemampuan prasyarat.
Mengapa siswa harus menguasai konsep penjumlahan terlebih dahulu sebelum mempelajari perkalian? Kita ingat bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang. Nah, karena perkalian merupakan penjumlahan berulang, maka siswa yang telah menguasai kosep penjumlahan tentunya akan lebih mudah menguasai konsep perkalian. Jelas, siswa tadi akan lebih cepat dan berhasil dalam belajarnya. Cepat dan berhasil, inilah yang dimaksud dengan efektif dan efisien.
Mengenai tip sukses mengajar tentang kemampuan prasyarat ini, ada cerita menarik dari teman-teman guru. Suatu hari, dalam acara workshop, beberapa di antara mereka bertanya kepada penyaji materi.
Pertanyaannya begini:
“Pak, dalam tugasnya sebagai agen pembelajaran, guru harus mengajarkan materi pelajaran sesuai kurikulum. Alokasi waktu sudah ditentukan. Tetapi kalau kita mengikutinya, kita akan mengalami kesulitan. Pasalnya, siswa di kelas itu belum sepenuhnya menguasai kemampuan prasyaratnya. Misalnya kita akan mengajarkan materi tentang ‘J’ dengan kemampuan prasyarat konsep ‘I’. Tetapi sebagian besar siswa belum menguasai konsep ‘I’ tadi. Apa yang harus kita lakukan, tetap mengajarkan materi ‘J’ atau mengulangi mengajarkan konsep ‘I’ dahulu?”
Penyaji materi tadi tidak langsung menjawab melainkan justru balik bertanya, “Bapak-Ibu, kedua pilihan tadi sama-sama ada untung ruginya. Kalau kita tetap mengajarkan konsep ‘J’, ya materi pelajaran selesai tetapi siswa tidak bisa apa-apa. Nah, kalau kita mengulangi mengajarkan konsep ‘I’, pelajaran agak lambat, tetapi siswa lebih berhasil. Mana yang Bapak-Ibu pilih?”
Para guru tidak menunggu jawaban dari penyaji materi tetapi diam, dan mulai merenung.
Sampai di sini dulu ya …. Mari kita renungkan dahulu cerita di atas. Kita akan bertemu lagi untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan rekan-rekan guru tersebut. Tetapi tetap ingat, tip sukses mengajar yang kedua tentang kemampuan prasyarat ini ya …. Dan, sambil merenung dan menunggu jawaban para guru tadi, ada baiknya Anda cek kembali artikel tentang definisi mengajar. Mungkin dari situ Anda dapat menemukan jawaban untuk pertanyaan para guru tadi.
Tip Sukses Mengajar 3 (Terakhir)
Selamat berjumpa kembali. Pada akhir postingan saya tentang tip sukses mengajar lanjutan, saya mengajak pembaca untuk merenungkan pertanyaan para guru peserta workshop mengenai kemampuan prasyarat yang harus dikuasai siswa agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan efisien, sekaligus menemukan jawabannya. Jika Anda belum mengikuti postingan terakhir, silakan sekarang cek dulu agar memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai postingan tip sukses mengajar kali ini.
Nah, setelah merenung beberapa hari, atau Anda yang baru saja membaca postingan tip sukses mengajar lanjutan, kini kita sudah menemukan jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika dalam proses pembelajaran siswa belum menguasai kemampuan prasyarat, maka tugas guru haruslah memfasilitasi siswa agar mereka menguasai kemampuan dimaksud. Jadi, kemampuan prasyarat harus didahulukan. Inilah inti dari tip sukses mengajar yang kedua.
Anda tidak perlu khawatir bahwa Anda akan kekurangan waktu untuk menyelesaikan target kurikulum. Percayalah, bahwa ketika siswa sudah menguasai kemampuan prasyarat yang diperlukan, proses pembelajaran dapat dipercepat dengan hasil belajar yang dapat diandalkan. Jika Anda tidak yakin dengan jawaban ini, silakan Anda coba saja. Buat catatan waktu, berapa lama siswa Anda menguasai kompetensi dalam proses pembelajaran materi baru jika mereka telah menguasai kemampuan prasyaratnya.
Bandingkan dengan kegiatan pembelajaran yang siswanya belum menguasai kemampuan prasyaratnya. Topik ini juga bisa dijadikan ide pembuatan PTK, bukan? Ini bisa buat modal mengikuti uji sertifikasi guru … he he he ….
Sekarang kita berlanjut pada tip sukses mengajar yang ketiga.
Tip Sukses Mengajar # 3:
Buat Perencanaan Yang Tepat
Perencanaan dalam proses pembelajaran memegang peranan penting, dan ikut menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Sebab itu perencanaan ini kita masukkan ke dalam tip sukses mengajar. Bagaimana perencanaan bisa mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran?
Dalam mengajar, sebetulnya para guru melakukan apa yang dipikirkannya. Jika pikiran guru ketika mengajar fokus pada pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa, maka pikiran itu akan mengarahkan kepada jalan terbaik yang harus ditempuh. Tetapi jika pikiran guru tidak fokus pada pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa, misalnya yang ada dalam pikiran “yang penting mengajar“, maka hasil belajar siswa pun kemungkinan besar akan mengecewakan guru itu sendiri. Nah, melalui penyusunan perencanaan yang tepat, guru dapat terbantu untuk fokus.
Perencanaan yang tepat mencakup penjabaran kompetensi yang harus dikuasai siswa, penentuan kegiatan pembelajaran (pemberian pengalaman belajar kepada siswa), penyiapan media dan metode yang tepat, sekaligus pembuatan evaluasinya. Baik juga kalau Anda buka lagi artikel tentang tugas guru sebagai agen pembelajaran untuk menyegarkan ingatan.
Memang ini akan menyita cukup waktu guru, karena harus menganalisis kompetensi dasar dan menjabarkannya menjadi indikator dan tujuan pembelajaran, menganalisis kemampuan prasyarat siswa, meniapkan media yang tepat, serta menyusun soal-soal untuk mengetahui keberhasilan siswa. Namun, kembali pada tip sukses mengajar yang kedua bahwa kemampuan prasyarat dapat mengefektifkan dan mengefisienkan proses pembelajaran, maka melalui penyusunan perencanaan yang tepat ini pun akan memudahkan pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa.
Taruhlah misalnya melalui perencanaan yang dibuat guru ternyata proses pembelajaran tidak efektif, maka guru itu masih bisa memperbaikinya dengan membuat perencanaan yang lebih baik berdasarkan refleksi dari proses pembelajaran yang telah berlangsung. Ini lebih mudah daripada harus membuat perencanaan yang baru sama sekali, dan tentunya lebih efektif karena berangkat dari perencanaan yang sudah dilakukan sebelumnya.
Coba juga cek pada artikel tentang rahasia guru sukses. Bagaimana mereka bisa menjadi guru sukses, yakni guru yang profesional, bermartabat, dan sejahtera. Ikutilah rahasianya. sampaikan juga kepada rekan sejawat Anda, agar semakin banyak guru sukses di negeri tercinta kita ini.
Thursday, May 07, 2009
urus beasiswa guru, calo bermunculan
Kabar dan pengumuman dari lpmp kalteng yang akan memberi bantuan beasiswa untuk meningkatkan kualifikasi guru ke jenjang S1 terasa membawa angin segar bagi kaum oemar bakri ini khususnya bagi yang sedang kuliah ke S1 dan membutuhkan bantuan pendidikan. namun, disisi lain muncul peluang bagi oknum yang memanfaatkan momentum tersebut untuk kepentingan diri sendiri.
Sebagaimana diungkapkan beberapa guru dari kapuas belum lama ini mengungkapkan adanya oknum pengawas kabupaten kapuas yang menawarkan diri menjadi calo untuk mengurus supaya guru yang bersangkutan mendapat beasiswa tersebut.
"kita dimintai oleh oknum pengawas tersebut 200 ribu untuk ucapan terimakasih kepada dinas,"ungkap guru yang identitasnya minta dirahasiakan tersebut.
sementara itu dihubungi via phonsel petugas pengelola bantuan beasiswa kualifikasi guru di dinas pendidikan kabupaten kapuas, bu masta sambiring mengegaskan pihaknya tidak ada yang melakukan pungutan liar tersebut.
"kalau ada yang minta seperti itu, jangan mau," tegas masta. lebih lanjut disebutkan agar guru-guru jangan termakan bujuk rayu oknum yang sebenarnya mau menipu guru. pelaksanaan seleksi dan pendaftaran peserta kualifikasi berdasarkan prosedur dan juknis yang ada.
Sebagaimana diungkapkan beberapa guru dari kapuas belum lama ini mengungkapkan adanya oknum pengawas kabupaten kapuas yang menawarkan diri menjadi calo untuk mengurus supaya guru yang bersangkutan mendapat beasiswa tersebut.
"kita dimintai oleh oknum pengawas tersebut 200 ribu untuk ucapan terimakasih kepada dinas,"ungkap guru yang identitasnya minta dirahasiakan tersebut.
sementara itu dihubungi via phonsel petugas pengelola bantuan beasiswa kualifikasi guru di dinas pendidikan kabupaten kapuas, bu masta sambiring mengegaskan pihaknya tidak ada yang melakukan pungutan liar tersebut.
"kalau ada yang minta seperti itu, jangan mau," tegas masta. lebih lanjut disebutkan agar guru-guru jangan termakan bujuk rayu oknum yang sebenarnya mau menipu guru. pelaksanaan seleksi dan pendaftaran peserta kualifikasi berdasarkan prosedur dan juknis yang ada.
Wednesday, May 06, 2009
SIARAN PRESS PB PII TENTANG PERINGATAN HARI PENDIDIKAN

SIARAN PRESS
PENGURUS BESAR PELAJAR ISLAM INDONESIA
TENTANG
TENTANG
PERINGATAN HARI PENDIDIKAN
Berdasarkan penelitian dari Internasional Labour organization (ILO), 19 % atau 4, 18 Juta anak usia sekolah di Indonesia ternyata putus sekolah dan menjadi pekerja anak, dan lebih dari 350 ribu anak TKI yang ada di Malaysia tidak dapat mendapatkan akses pendidikan karena orang tua mereka tidak memiliki dokumen dan si anak tidak memiliki kewarganegaraan.
Fasilitas pendidikan pun telah banyak yang rusak, gedung sekolah merupaka komponen utama dalam proses belajar mengajar banyak yang telah rusak, sebagai catatan di Tanggerang 45 % dari 378 sekolah mengalami kerusakan, di madiun jawa timur dari 475 bangun sekolah yang ada, 121 mengalami kerusakan, dengan rincian 48 nyaris roboh, 14 rusk sedang dan 59 rusak ringan.
Tidak hanya didaerah-daerah kerusakan sekolah pun terjadi di Jakarta, yang sangat dekat dengan kekuasaan, ada sekitar 413 sekolah yang rusak di merata disemua wilayah DKI Jakarta. Bila ditotal jumlah sekolah yang rusak se Indonesia ada sekita 20.500 dari tingkat SA hingga SMA. Dari semua kerusakan tersebut pemerintah hanya bisa memperbaiki sebagaian karena keterbatasa dana.
Pendidikan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagaimana di amanahkan oleh UUD 1945 sangat jauh dari idealitas, anggaran Pendidikan yang diamanahkan sebesar 20 % dari APBN dan APBD baru dapat direalisasikan pada tahun 2008 dan itupun dengan aturan sebagaimana di putuskan oleh MK bahwa gaji guru termasuk dalam anggaran tersebut, suatu hal yang sangat aneh, anggaran 20 % bisa habis hanya untuk mengaji guru, hanya sebagian kecil saja yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan pendidikkan Indonesia.
Kebijakkan pemerintah terhadap pendidikan pun tambah kelihatan tidak berpihak, dengan dikeluarkannya UU BHP yang secara tersembunyi dapat mereduksi tanggung jawab pemerintah terhadap dunia pendidikan dengan mengalihkan tanggung jawab tersebut kepada rakyat. Selain itu begitu ngototnya pemerintah untuk tetap melaksanakan Ujian Nasional (UN) yang kenyataannya tidak bisa menghasilkan lulusan yang terbaik, tetapi melahirkan para penjahat-penjahat pendidikan, seperti yang terjadi baru-baru ini banyak guru dan kepala sekolah yang ditangkap karena membocorkan soal-soal UN.
Tidak hanya itu saja, diskriminasi pendidikan pun masih ada, dimana dengan standarisasi sekolah nasional maupun internasional, membuat perbedaan yang sangat besar antar sekolah yang ada, sekolah-sekolah berstandar mendapat bantuan pemerintah lebih besar dari pada sekolah yang tidak berstandar. Sebagai contoh bantuan pemerintah kepada Sekolah Dasar Berstandar Internasional (SDBI) yang mendapat bantuan kepada rintisan SDBI sebesar Rp. 500 Juta pada tahun pertama, Rp. 300 Juta pada tahun kedua dan Rp. 200 juta pada tahun ketiga. SDBI diharapkan nantinya dimiliki masing-masing kota dan kabupaten minimal satu SD.
Selama masa kampanye Pemilu pun tidak banyak partai politik yang berbicara tentang konsep-konsep dan kebijakan pendidikan yang akan mereka lakukan apabila nanti mereka memenangi pemilu. Suatu hal yang sangat menyedihkan ketika partai politik pun tidak mengangap pendidikan itu penting untuk kebaikan bangsa.
Para elit politik lebih sibuk mengurusi bagaimana cara bisa menjadi RI – 1 dari pada mengurusi anak bangsa yang tidak dapat bersekolah, tidak dapat menikmati pendidikan hingga jenjang yang paling tinggi, ataupun bersekolah dengan nyaman tidak takut gedung sekolahnya roboh ketika mereka belajar. Seandainya biaya-biaya kampanye para elit politik itu dikumpulkan, tidak perlu semua 50 % dana kampanye mereka saja diperuntukkan untuk pendidikan maka berapa juta anak-anak bangsa dapat bersekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi kenyataannya tidak, yang lebih peduli dengan anak bangsa malahan negara tetangga (Singapura) yang menyediakan dana miliyaran dolar untuk memberikan beasiswa kepada anak bangsa yang memiliki kecerdasan lebih. Kita tidak tahu bagaimana jadinya bangsa ini ketika para elit tidak peduli dengan pendidikan anak bangsa.
Pelajar Islam Indonesia (PII) Sebagai organisasi yang konsen akan akan nasib pelajar dan pendidikan, dengan ini menyatakan sikap:
1. Cabut Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP)
2. Tolak Ujian Nasional (UN), berikan hak penilaian hasil belajar kepada guru yang mendidik pelajar.
3. realisasikan anggaran pendidikan 20% diluar gaji guru.
4. Sekolah Gratis sampai Perguruan Tinggi.
5. Tolak diskriminasi pendidikan
6. Tolak Calon Presiden yang tidak peduli pada Pendidikan.
Demikian Pernyataan ini kami buat, hari-hari esok adalah miliki pelajar, pelajar bersatu memperjuangkan hak-haknya. Lawan Kapitalisme dan liberalisme Pendidikan.
Fasilitas pendidikan pun telah banyak yang rusak, gedung sekolah merupaka komponen utama dalam proses belajar mengajar banyak yang telah rusak, sebagai catatan di Tanggerang 45 % dari 378 sekolah mengalami kerusakan, di madiun jawa timur dari 475 bangun sekolah yang ada, 121 mengalami kerusakan, dengan rincian 48 nyaris roboh, 14 rusk sedang dan 59 rusak ringan.
Tidak hanya didaerah-daerah kerusakan sekolah pun terjadi di Jakarta, yang sangat dekat dengan kekuasaan, ada sekitar 413 sekolah yang rusak di merata disemua wilayah DKI Jakarta. Bila ditotal jumlah sekolah yang rusak se Indonesia ada sekita 20.500 dari tingkat SA hingga SMA. Dari semua kerusakan tersebut pemerintah hanya bisa memperbaiki sebagaian karena keterbatasa dana.
Pendidikan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagaimana di amanahkan oleh UUD 1945 sangat jauh dari idealitas, anggaran Pendidikan yang diamanahkan sebesar 20 % dari APBN dan APBD baru dapat direalisasikan pada tahun 2008 dan itupun dengan aturan sebagaimana di putuskan oleh MK bahwa gaji guru termasuk dalam anggaran tersebut, suatu hal yang sangat aneh, anggaran 20 % bisa habis hanya untuk mengaji guru, hanya sebagian kecil saja yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan pendidikkan Indonesia.
Kebijakkan pemerintah terhadap pendidikan pun tambah kelihatan tidak berpihak, dengan dikeluarkannya UU BHP yang secara tersembunyi dapat mereduksi tanggung jawab pemerintah terhadap dunia pendidikan dengan mengalihkan tanggung jawab tersebut kepada rakyat. Selain itu begitu ngototnya pemerintah untuk tetap melaksanakan Ujian Nasional (UN) yang kenyataannya tidak bisa menghasilkan lulusan yang terbaik, tetapi melahirkan para penjahat-penjahat pendidikan, seperti yang terjadi baru-baru ini banyak guru dan kepala sekolah yang ditangkap karena membocorkan soal-soal UN.
Tidak hanya itu saja, diskriminasi pendidikan pun masih ada, dimana dengan standarisasi sekolah nasional maupun internasional, membuat perbedaan yang sangat besar antar sekolah yang ada, sekolah-sekolah berstandar mendapat bantuan pemerintah lebih besar dari pada sekolah yang tidak berstandar. Sebagai contoh bantuan pemerintah kepada Sekolah Dasar Berstandar Internasional (SDBI) yang mendapat bantuan kepada rintisan SDBI sebesar Rp. 500 Juta pada tahun pertama, Rp. 300 Juta pada tahun kedua dan Rp. 200 juta pada tahun ketiga. SDBI diharapkan nantinya dimiliki masing-masing kota dan kabupaten minimal satu SD.
Selama masa kampanye Pemilu pun tidak banyak partai politik yang berbicara tentang konsep-konsep dan kebijakan pendidikan yang akan mereka lakukan apabila nanti mereka memenangi pemilu. Suatu hal yang sangat menyedihkan ketika partai politik pun tidak mengangap pendidikan itu penting untuk kebaikan bangsa.
Para elit politik lebih sibuk mengurusi bagaimana cara bisa menjadi RI – 1 dari pada mengurusi anak bangsa yang tidak dapat bersekolah, tidak dapat menikmati pendidikan hingga jenjang yang paling tinggi, ataupun bersekolah dengan nyaman tidak takut gedung sekolahnya roboh ketika mereka belajar. Seandainya biaya-biaya kampanye para elit politik itu dikumpulkan, tidak perlu semua 50 % dana kampanye mereka saja diperuntukkan untuk pendidikan maka berapa juta anak-anak bangsa dapat bersekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi kenyataannya tidak, yang lebih peduli dengan anak bangsa malahan negara tetangga (Singapura) yang menyediakan dana miliyaran dolar untuk memberikan beasiswa kepada anak bangsa yang memiliki kecerdasan lebih. Kita tidak tahu bagaimana jadinya bangsa ini ketika para elit tidak peduli dengan pendidikan anak bangsa.
Pelajar Islam Indonesia (PII) Sebagai organisasi yang konsen akan akan nasib pelajar dan pendidikan, dengan ini menyatakan sikap:
1. Cabut Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP)
2. Tolak Ujian Nasional (UN), berikan hak penilaian hasil belajar kepada guru yang mendidik pelajar.
3. realisasikan anggaran pendidikan 20% diluar gaji guru.
4. Sekolah Gratis sampai Perguruan Tinggi.
5. Tolak diskriminasi pendidikan
6. Tolak Calon Presiden yang tidak peduli pada Pendidikan.
Demikian Pernyataan ini kami buat, hari-hari esok adalah miliki pelajar, pelajar bersatu memperjuangkan hak-haknya. Lawan Kapitalisme dan liberalisme Pendidikan.
Tuesday, May 05, 2009
MENTAL MODEL GURU
oleh : Ahmad Baedowi
Apa musuh terbesar seorang guru? Jika pertanyaan ini ditujukan kepada para guru di Indonesia, pastilah jawabannya sangat beragam. Sebagian ada yang menjawab masalah fasilitas sekolah yang kurang memadai, gaji yang tak layak, birokrasi yang menyebalkan, orangtua yang tak peduli pada anak-anaknya, dan sederet jawaban lainnya. Sedangkan sebagian lainnya akan menjawab bahwa musuh terbesar seorang guru adalah disiplin anak, kemalasan anak, dan ketidak pedulian anak terhadap proses belajar mengajar di kelas.
Musuh kedua ini selalu menjadi problem tak terselesaikan, jika seorang guru memiliki mental model yang sering memberikan labelling terhadap kondisi siswanya. Inilah sebenarnya musuh utama para guru kita. Karena itu sejalan dengan makin besarnya tantangan yang harus di¬hadapi oleh seorang guru, saat ini muncul sejumlah usaha untuk memperbaharui kon¬sep atau gagasan tentang apa yang disebut sebagai guru berkualitas.
Salah satu prasyarat yang dimemukakan oleh Peter Senge dalam The School That’s Learn (2003) perlu dipertimbangkan sebagai keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang. Keterampilan tersebut dinamai Peter Senge sebagai mental models, sebuah disiplin yang ingin menekankan sikap pengem¬bangan kepekaan dan persepsi —baik dalam diri sendiri atau orang sekitarnya.
Bekerja dengan membentuk mental ini dapat membantu para guru kita untuk lebih jelas dan jujur dalam memandang kenyataan yang tampak dari keragaman alenta yang dimiliki oleh setiap siswa.
Pembentukan mental dalam pendidikan seringkali tidak dapat didiskusikan, dan tersembunyi, maka kritik yang harus diperhatikan oleh seorang guru yang belajar adalah bagaimana mereka mampu mengem¬bangkan kapasitas untuk berbicara secara produktif dan aman tentang hal-hal yang berbahaya dan tidak nyaman, baik bagi dirinya, siswa dan lingkungan belajarnya. Karena itu penting juga bagi para guru untuk senantiasa aktif memikirkan asumsi-asumsi tentang apa yang terjadi dalam kelas, tingkat perkembangan siswa, dan lingkungan rumah siswa.
Jika mental model para guru kita dapat memahami dengan baik bagaimana keterkaitan antara teori belajar semacam constructivism dan cara otak bekerja dalam belajar (brain based learning), maka guru akan dapat menyimpulkan bahwa proses belajar itu adalah semacam pencarian sebuah arti (kehidupan). Karena itu belajar harus dimulai di antaranya dengan isu-isu keseharian siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka dalam rangka mencari pemaknaan yang lebih luas tenang suatu hal. Tetapi masalahnya jika guru kita memilii mental model yang selalu membuat labelling terhadap kondisi siswanya, jangan-jangan proses belajar mengajar hanya terbatas pada transfer ilmu sesaat tanpa menghiraukan kebutuhan siswa itu sendiri. Yang terjadi kemudian adalah adanya penanaman doktrin yang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi psikologis anak.
Ada baiknya jika para guru mencoba merenungkan kata-kata bijak dari Khahlil Gibran, bahwa tugas utama seorang guru di anaranya adalah mengantarkan anak agar bisa melakukan eksplorasi secara maksimal terhadap daya jelajah intelektual mereka (The teacher if he/she indeed wise does not bid you to enter the house of his/her wisdom but leads you to the treshold of your own mind). Dalam konteks ini tentu saja mental model guru harus seimbang dengan prinsip etika ketimuran yang agamis dan penuh tradisi kesantunan. Jika tidak, maka kejadian saling mengejek antar guru di salah satu sekolah di Medan bisa jadi terjadi pada banyak sekolah lainnya di Indonesia. Bagaimana ceritanya?
Suatu ketika seorang guru matematika di salah satu sekolah di Medan mengejek dua orang rekannya, guru agama Islam dan Katolik. Si guru matematika ini bilang bahwa kedua orang guru agama rekannya ini dalam mengajar agama laksana seorang calo angkutan kota. Sang calo angkutan selalu berteriak: ”Siantar. Siantar, siantar.” kepada para calon penumpang.
Namun ketika para penumpang masuk ke dalam mobil, si calo berbalik arah menuju warung untuk menyeruput kopi dan menghisap rokoknya. Tak perduli apakah penumpang itu sampai di Siantar atau tidak.
Apa yang terjadi kemudian? Kedua orang guru agama tersebut marah kepada guru matematika sambil berujar: ”Untung kau temanku, kalau tidak sudah kuberi kau ketupat Bengkulu”. Edu hanya mengurut dada, semoga mental model guru-guru kita tidak seperti ”calo” sebagaimana dimaksud dalam cerita di atas.
(Ahmad Baedowi)
dikutip dari : http://www.kickandy.com/index.php?ar_id=MTU0Nw==
biodata penulis :
Name : Ahmad Baedowi
Place of Birth : Bekasi, West Java
Date of Birth : October 10, 1964
Home Address : Kav. Sawah Indah II, RT. 04 Rw. 005,
Kelurahan Margamulya, Kec. Bekasi Utara, Indonesia
Telephone : Home – +62 (021) 8812364
Office – +62 (021) 7494032, 74704875
Fax : +62 (021) 74704875
E-mail : baedawi@yahoo.com
Mobile Phone : 0812 888 5763
Sex/Marital Status : Male/Married
Religion : Islam
Nationality : Indonesia
EDUCATION
2000 to 2002 S-2 Post Graduate Program, Shool of Education, George Mason University, Virginia, USA.
1985 to 1989 S-1 Faculty of Ushuluddin, State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia.
1981 to 1984 Asy-Syafi’iyyah Senior High School, Jakarta, Indonesia.
1978 to 1981 Asy-Syafi’iyyah Junior High School, Jakarta, Indonesia.
1972 to 1978 Elementary School No. 1 Bekasi (SD Negeri 1), Bekasi, West Java, Indonesia.
ADDITIONAL TRAINING/WORKSHOP
2000 Washington, DC International Student Orientation Program - Participant
1999 Jakarta, Indonesia Project Manager Training Program, Asian Development Bank (ADB), Jakarta - Participant
1998 Auckland, New Zealand Management Training Program, Auckland Institute of Technology, New Zealand - Participant
1996 Sydney, Australia HIV Aids Management Training Program, New South Wales University, Sydney Participant
1996 Jakarta, Indonesia English Course for Special Purposes, Indonesia-Australia Language Foundation (IALF), Jakarta - Participant
1995 Jakarta, Indonesia Leadership Training Program, Indonesian Moslem Scholar Association (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, ICMI) - Participant
ORGANIZATION/WORK EXPERIENCE
2006 to now, Academic Director, Executive Director Sukma Foundation, Jakarta
2004 to 2006, Indonesian Institute for Society Empowerment (INSEP), Jakarta.
2004 to now Editorial Board PT. Pustaka Alvabet (Publishing House), Jakarta.
2000 to now Staff Basic Education (Madrasah Pendidikan Dasar, MAPENDA), Ministry of Religious Affair, Republic of Indonesiaa.
1997 to 1998 MORA’s Counterpart Project Preparation Technical Assistant Program, World Bank, Jakarta.
1992 to 1996 Staff of PANIN BANK Staff of Human Resources Development (HRD) Division of Panin Bank – Jakarta.
CERTIFICATION
The Undersigned, certify that, to the best of my knowledge and belief, this bio-data correctly describes myself, my qualifications,and my experience. I understand that any willful misrepresentation described, herein may lead to my disqualification.
Monday, May 04, 2009
Refleksi Hardiknas tahun 2009
Masalah pendidikan menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan bangsa dan negara ini. Tidak terkecuali di kalimantan tengah. Peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu misi dalam berbagai kampanye yang sangat manis diucapkan, dijanjikan calon gubernur, calon legeslatif , bupati/walikota.
Namun… ketika mereka terpilih apa yang dijanjikan masih jauh dari harapan. Banyak permasalahan yang tidak diselesaikan dan kurang komitemen dalam pembangunan pendidikan seolah-olah sudah lupa janjinya.
Untuk di propinsi kalteng, ada beberapa masalah yang menjadi sorotan penulis :
1. Pejabat pendidikan
Banyak pejabat pendidikan yang diangkat bukan berdasarkan kompetensi dan jenjang karir yang ada, tetapi sering cenderung beraroma politis. Belum lagi moralitasnya, ganti pejabat seakan otomatis juga ganti kebijakannya. Selain itu, banyak pegawai dinas pendidikan yang suka dibongkar pasang pimpinannya untuk ditempatkan pada posisi lainnya, padahal yang bersangkutan sudah di diklat/workshop untuk melaksanakan tugas tertentu. Akibatnya koordinasi dan komunikasi serta kerjasama dengan instansi lainnya mengulang lagi dari awal.
2. Sarana dan prasarana sekolah
Sarana dan prasarana phisik sekolah yang masih tidak sesuai standar nasional pendidikan. Pembangunannya pun diprioritaskan di perkotaan, sedikit sekali menjangkau dipedalaman, termasuk perumahan dinas guru banyak yang sudah lapuk, hancur dan tidak layak huni. Lucunya lagi ada di kabupaten tertentu yang membangun sekolah jauh dari pemukiman warga yang ada didaerah tersebut.
3. Tenaga kependidikan
Tenaga kependidikan yang ada sebarannya tidak merata. Lebih menumpuk di perkotaan. Ini dikarenakan kurangnya appresiasi terhadap pengabdian guru. Selain itu, banyak guru yang kualifikasinya masih SMU/SPG. D2 dan D3… termasuk juga pengangkatan kepala sekolah dan pengawas yang belum sesuai dengan standar nasional pendidikan.
4. Kesejahteraan guru
Mengenai kesejahteraan guru masih tidak merata, hanya dirasakan oleh sebagian guru tertentu. Selain itu, tunjangan daerah seringkali tidak rutin keluarnya tiap bulan, ditambah lagi dengan adanya pungutan-pungutan tunjangan mereka tersebut, maupun pungutan lain ketika mau berurusan di dinas. Kemudian masalah sertifikasi guru seakan-akan malah merusak moral guru yang berlompa membuat sertifikat palsu dan suburnya pungutan liar dilingkungan akademik.
5. Biaya pendidikan
Setiap tahun, biaya pendidikan seakan semakin mahal. Coba liat saja dalam penerimaan calon siswa baru untuk sekolah TK, SD, SMP,SMA, Perguruan Tinggi? Berapa biaya yang harus dikeluarkan orangtua siswa / mahasiswa ?
Di palangkaraya saja misalnya, untuk biaya masuk anak TK jutaan rupiah, ada juga SD swasta yang mematok SPP 1,2 juta perbulan… ini belum lagi kalau biaya di SMP sampai perguruan tinggi, mesti mulai sekarang para siswa/orangtua harus banyak menabung untuk biaya pendidikan….
Namun sayangnya untuk kalteng pendidikan gratis masih belum diterapkan… kasihan bagi warga yang kurang mampu dan hidup dalam garis kemiskinan tidak dapat mencicipi sekolah.
Itulah sedikit gambaran yang ada yang bisa penulis ungkapkan, semoga bermanfaat dan menjadi intropeksi diri bagi pemegang otoritas pendidikan dan khususnya kita semua. Mari membangun pendidikan kita dengan cara yang elok, adil untuk semua dan bermartabat.
Namun… ketika mereka terpilih apa yang dijanjikan masih jauh dari harapan. Banyak permasalahan yang tidak diselesaikan dan kurang komitemen dalam pembangunan pendidikan seolah-olah sudah lupa janjinya.
Untuk di propinsi kalteng, ada beberapa masalah yang menjadi sorotan penulis :
1. Pejabat pendidikan
Banyak pejabat pendidikan yang diangkat bukan berdasarkan kompetensi dan jenjang karir yang ada, tetapi sering cenderung beraroma politis. Belum lagi moralitasnya, ganti pejabat seakan otomatis juga ganti kebijakannya. Selain itu, banyak pegawai dinas pendidikan yang suka dibongkar pasang pimpinannya untuk ditempatkan pada posisi lainnya, padahal yang bersangkutan sudah di diklat/workshop untuk melaksanakan tugas tertentu. Akibatnya koordinasi dan komunikasi serta kerjasama dengan instansi lainnya mengulang lagi dari awal.
2. Sarana dan prasarana sekolah
Sarana dan prasarana phisik sekolah yang masih tidak sesuai standar nasional pendidikan. Pembangunannya pun diprioritaskan di perkotaan, sedikit sekali menjangkau dipedalaman, termasuk perumahan dinas guru banyak yang sudah lapuk, hancur dan tidak layak huni. Lucunya lagi ada di kabupaten tertentu yang membangun sekolah jauh dari pemukiman warga yang ada didaerah tersebut.
3. Tenaga kependidikan
Tenaga kependidikan yang ada sebarannya tidak merata. Lebih menumpuk di perkotaan. Ini dikarenakan kurangnya appresiasi terhadap pengabdian guru. Selain itu, banyak guru yang kualifikasinya masih SMU/SPG. D2 dan D3… termasuk juga pengangkatan kepala sekolah dan pengawas yang belum sesuai dengan standar nasional pendidikan.
4. Kesejahteraan guru
Mengenai kesejahteraan guru masih tidak merata, hanya dirasakan oleh sebagian guru tertentu. Selain itu, tunjangan daerah seringkali tidak rutin keluarnya tiap bulan, ditambah lagi dengan adanya pungutan-pungutan tunjangan mereka tersebut, maupun pungutan lain ketika mau berurusan di dinas. Kemudian masalah sertifikasi guru seakan-akan malah merusak moral guru yang berlompa membuat sertifikat palsu dan suburnya pungutan liar dilingkungan akademik.
5. Biaya pendidikan
Setiap tahun, biaya pendidikan seakan semakin mahal. Coba liat saja dalam penerimaan calon siswa baru untuk sekolah TK, SD, SMP,SMA, Perguruan Tinggi? Berapa biaya yang harus dikeluarkan orangtua siswa / mahasiswa ?
Di palangkaraya saja misalnya, untuk biaya masuk anak TK jutaan rupiah, ada juga SD swasta yang mematok SPP 1,2 juta perbulan… ini belum lagi kalau biaya di SMP sampai perguruan tinggi, mesti mulai sekarang para siswa/orangtua harus banyak menabung untuk biaya pendidikan….
Namun sayangnya untuk kalteng pendidikan gratis masih belum diterapkan… kasihan bagi warga yang kurang mampu dan hidup dalam garis kemiskinan tidak dapat mencicipi sekolah.
Itulah sedikit gambaran yang ada yang bisa penulis ungkapkan, semoga bermanfaat dan menjadi intropeksi diri bagi pemegang otoritas pendidikan dan khususnya kita semua. Mari membangun pendidikan kita dengan cara yang elok, adil untuk semua dan bermartabat.
Apel Hardiknas minim dana?
Anggaran pendidikan 20 persen nampaknya perlu transparan dalam penggunaannya dalam dunia pendidikan oleh pemerintah khususnya pemerintah kalimantan tengah, apakah benar-benar dipakai dana tersebut untuk pendidikan. Karena anggaran pendidikan termasuk terbesar dibandingkan dengan anggaran bidang yang lainnny. sebagaimana diketahui, APBD Kalteng tahun 2005 Rp 530 miliar, tahun 2006 menjadi Rp 960 miliar, tahun 2007 Rp 1,3 triliun, tahun 2008 Rp 1,4 triliun, dan tahun 2009 Rp 1,9 triliun.
Pasalnya belum lama ini, untuk memperingati hari pendidikan nasional seperti yang bersumber dari dinas pendidikan propinsi kalteng, tidak ada tersedia dananya baik APBN dan APBD.
Akibatnya, dinas pendidikan propinsi kalteng "menodong" lembaga lain untuk berpartisipasi dalam upaya patungan mengumpulkan dana apel pagi yang dilaksanakan selama 1-2 jam tersebut. Disebutkan besarnya biaya untuk masing-masing lembaga tersebut :
1. diknas propinsi kalteng 10 jt
2. lpmp kalteng 7,5 juta
3. depag kalteng 5 jt
4. SKB 5 jt
minimnya dana ini, sebelumnya juga "terindikasi "dalam peluncuran/lounching wajib pendidikan 12 tahun yang dicanangkan walikota palangkaraya beberapa waktu lalu. dinas pendidikan kota palangkaraya melakukan hal yang serupa dalam penggalangan dana.
sementara itu, pelaksanaan hardiknas dari pengamatan dilapangan dilaksanakan di lapangan kantor diknas prop kalteng sabtu 2 mei 2009, diikuti ratusan peserta dari berbagai siswa, guru dan instansi terkait. dengan irup gubernur kalteng teras narang. tahun sebelumnya apel hardikas di pusatkan di lapangan sanaman mantikei palangkaraya. dengan irup wakil gubernur kalteng. ir. H.ahmad diran.
terlepas dari masalah itu, kita ucapkan selamat hari pendidikan nasional tahun 2009, semoga mutu pendidikan di bumi tambun bungai makin maju.......
Pasalnya belum lama ini, untuk memperingati hari pendidikan nasional seperti yang bersumber dari dinas pendidikan propinsi kalteng, tidak ada tersedia dananya baik APBN dan APBD.
Akibatnya, dinas pendidikan propinsi kalteng "menodong" lembaga lain untuk berpartisipasi dalam upaya patungan mengumpulkan dana apel pagi yang dilaksanakan selama 1-2 jam tersebut. Disebutkan besarnya biaya untuk masing-masing lembaga tersebut :
1. diknas propinsi kalteng 10 jt
2. lpmp kalteng 7,5 juta
3. depag kalteng 5 jt
4. SKB 5 jt
minimnya dana ini, sebelumnya juga "terindikasi "dalam peluncuran/lounching wajib pendidikan 12 tahun yang dicanangkan walikota palangkaraya beberapa waktu lalu. dinas pendidikan kota palangkaraya melakukan hal yang serupa dalam penggalangan dana.
sementara itu, pelaksanaan hardiknas dari pengamatan dilapangan dilaksanakan di lapangan kantor diknas prop kalteng sabtu 2 mei 2009, diikuti ratusan peserta dari berbagai siswa, guru dan instansi terkait. dengan irup gubernur kalteng teras narang. tahun sebelumnya apel hardikas di pusatkan di lapangan sanaman mantikei palangkaraya. dengan irup wakil gubernur kalteng. ir. H.ahmad diran.
terlepas dari masalah itu, kita ucapkan selamat hari pendidikan nasional tahun 2009, semoga mutu pendidikan di bumi tambun bungai makin maju.......
Subscribe to:
Posts (Atom)