Tuesday, May 12, 2009

Tip Sukses Mengajar komplit

Tip Sukses Mengajar # 1:

Pastikan Siswa dalam Keadaan Fun Ketika Belajar

Tip sukses mengajar yang satu ini harus mendapatkan perhatian utama dari kita sebagai guru karena dampaknya sangat kuat. Siswa yang enjoy dan rileks ketika belajar, akan dapat lebih fokus. Berbeda dengan siswa yang merasa tertekan ketika belajar.

Siswa yang tertekan tidak bisa berpikir panjang, apalagi mengeluarkan kecerdasan atau kreativitasnya. Mereka hanya menghabiskan energi untuk hal-hal yang membuatnya tertekan. Itu sebabnya guru yang mengajar sambil marah-marah jarang mencapai hasil optimal. Jadi, ingat tip sukses mengajar satu ini: Pastikan siswa dalam keadaan fun ketika belajar.

Dalam teori otak tri une (three in one), otak manusia terdiri dari tiga bagian. Ini mirip dengan perkembangan manusia itu sendiri. Otak yang pertama adalah otak reptilia, otaknya binatang melata seperti ular atau kadal. Otak ini termasuk otak primitif, otak yang pertama kali digunakan oleh manusia.

Sekali lagi, ingat tip mengajar ini! Sekarang kita teruskan.
Otak reptilia memiliki fungsi untuk mempertahankan hidup. Siswa yang tertekan akan menggunakan otak ini, dengan tujuan mempertahankan diri. Sikap yang diambil hanya ada dua, yaitu: bertempur atau kabur, melawan atau lari. Ketika siswa berani, dia akan melawan. Namun kalau tidak berani, dia akan lari atau kabur.

Bentuk lari ini misalnya: lari dari tanggung jawab, menyalahkan teman lainnya (mencari kambing hitam), tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (yang sebetulnya bukan sakit beneran, melainkan sakit karena pengaruh rasa takut menghadapi kenyataan di sekolah). Siswa demikian tidak bisa menggunakan kemampuan terbaiknya untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

Jadi pastikan, siswa dalam keadaan fun ketika belajar. Ini tip sukses mengajar pertama. Kembali ke soal otak.

Otak kedua disebut otak mamalia. Otak ini dimiliki oleh binatang menyusui, misalnya kucing. Otak mamalia terkait dengan kasih sayang, dan berperan dalam ingatan jangka panjang.

Orang yang memiliki kasih sayang tinggi biasanya juga memiliki ingatan jangka panjang yang lebih baik. Sebab itu jika guru berhasil menanamkan kasih sayang di antara murid-muridnya, dan guru juga mengajar dengan penuh kasih sayang kepada murid-muridnya, maka keberhasilan siswa dalam belajar akan lebih baik.
Tip sukses mengajar ini memang vital. Kita lanjutkan.

Sikap yang baik untuk berkasih sayang ini dapat dicapai melalui pembiasaan ber-empati kepada orang lain. Empati! Ya, sikap memahami orang lain. Apabila setiap warga kelas mengembangkan sikap empati ini, saling menghargai dan saling menghormati, maka sikap saling membantu akan terwujud, dan kelas yang demikian pasti akan solid.

Kesolidan kelas akan memudahkan pencapaian prestasi oleh siswa, karena siswa yang telah berhasil akan rela membantu teman-temannya yang belum berhasil untuk mencapai hasil yang optimal pula. Dan kondisi ini (siswa saling ber-empati) akan terwujud jika siswa dalam keadaan fun dan tidak sedang dalam kondisi tertekan.

Ya, pasti: tip sukses mengajar # 1. Pastikan siswa dalam keadaan fun ketika belajar.
Otak ketika disebut neokorteks (otak berpikir). Kreativitas, kemampuan menalar, logika, dan semacamnya bekerja pada otak ini. Apabila kondisi siswa sedang enjoy, memiliki sikap empati yang tinggi, maka otak neokorteks ini akan bekerja secara maksimal. Jika otak ini bekerja maksimal, maka capaian siswa pun akan maksimal. Dengan demikian, pembelajaran juga akan berlangsung lancar, dan siswa dapat mencapai hasil belajar secara optimal.

Jadi, sekali lagi, ketika belajar, pastikan bahwa siswa dalam keadaan fun. Inilah tip sukses mengajar yang harus mendapatkan perhatian kita sebagai guru yang ingin sukses mengajar. Guru sukses memang harus sukses mengajarnya, karena kesuksesan guru lebih mudah dilihat melalui kesuksesan murid-muridnya.
Guru sukses mengajar dengan sukses menggunakan tip sukses mengajar! Sebagai penyegar ingatan, coba lihat lagi artikel tentang indera belajar siswa.
See you. Sampai jumpa.

Tip Sukses Mengajar # 2:
Pastikan Siswa Telah Menguasai Kemampuan Prasyarat Ketika Belajar
Tip sukses mengajar ini juga penting karena sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Ibarat naik tangga, orang harus naik setahap demi setahap untuk sampai di puncak. Belajar pun demikian. Sebab itu tip sukses mengajar kedua saya beri judul seperti di atas.

Proses belajar itu berkesinambungan. Siswa tidak akan bisa belajar dengan baik jika kemampuan prasyarat belum dikuasainya. Contoh: siswa akan belajar perkalian. Agar proses belajar efektif dan efisien, maka siswa tadi harus sudah menguasai konsep penjumlahan. Penjumlahan inilah yang dimaksud dengan kemampuan prasyarat untuk materi perkalian. Ingat, tip sukses mengajar kedua adalah tentang penguasaan kemampuan prasyarat.

Mengapa siswa harus menguasai konsep penjumlahan terlebih dahulu sebelum mempelajari perkalian? Kita ingat bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang. Nah, karena perkalian merupakan penjumlahan berulang, maka siswa yang telah menguasai kosep penjumlahan tentunya akan lebih mudah menguasai konsep perkalian. Jelas, siswa tadi akan lebih cepat dan berhasil dalam belajarnya. Cepat dan berhasil, inilah yang dimaksud dengan efektif dan efisien.

Mengenai tip sukses mengajar tentang kemampuan prasyarat ini, ada cerita menarik dari teman-teman guru. Suatu hari, dalam acara workshop, beberapa di antara mereka bertanya kepada penyaji materi.

Pertanyaannya begini:
“Pak, dalam tugasnya sebagai agen pembelajaran, guru harus mengajarkan materi pelajaran sesuai kurikulum. Alokasi waktu sudah ditentukan. Tetapi kalau kita mengikutinya, kita akan mengalami kesulitan. Pasalnya, siswa di kelas itu belum sepenuhnya menguasai kemampuan prasyaratnya. Misalnya kita akan mengajarkan materi tentang ‘J’ dengan kemampuan prasyarat konsep ‘I’. Tetapi sebagian besar siswa belum menguasai konsep ‘I’ tadi. Apa yang harus kita lakukan, tetap mengajarkan materi ‘J’ atau mengulangi mengajarkan konsep ‘I’ dahulu?”

Penyaji materi tadi tidak langsung menjawab melainkan justru balik bertanya, “Bapak-Ibu, kedua pilihan tadi sama-sama ada untung ruginya. Kalau kita tetap mengajarkan konsep ‘J’, ya materi pelajaran selesai tetapi siswa tidak bisa apa-apa. Nah, kalau kita mengulangi mengajarkan konsep ‘I’, pelajaran agak lambat, tetapi siswa lebih berhasil. Mana yang Bapak-Ibu pilih?”

Para guru tidak menunggu jawaban dari penyaji materi tetapi diam, dan mulai merenung.
Sampai di sini dulu ya …. Mari kita renungkan dahulu cerita di atas. Kita akan bertemu lagi untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan rekan-rekan guru tersebut. Tetapi tetap ingat, tip sukses mengajar yang kedua tentang kemampuan prasyarat ini ya …. Dan, sambil merenung dan menunggu jawaban para guru tadi, ada baiknya Anda cek kembali artikel tentang definisi mengajar. Mungkin dari situ Anda dapat menemukan jawaban untuk pertanyaan para guru tadi.

Tip Sukses Mengajar 3 (Terakhir)

Selamat berjumpa kembali. Pada akhir postingan saya tentang tip sukses mengajar lanjutan, saya mengajak pembaca untuk merenungkan pertanyaan para guru peserta workshop mengenai kemampuan prasyarat yang harus dikuasai siswa agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan efisien, sekaligus menemukan jawabannya. Jika Anda belum mengikuti postingan terakhir, silakan sekarang cek dulu agar memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai postingan tip sukses mengajar kali ini.

Nah, setelah merenung beberapa hari, atau Anda yang baru saja membaca postingan tip sukses mengajar lanjutan, kini kita sudah menemukan jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika dalam proses pembelajaran siswa belum menguasai kemampuan prasyarat, maka tugas guru haruslah memfasilitasi siswa agar mereka menguasai kemampuan dimaksud. Jadi, kemampuan prasyarat harus didahulukan. Inilah inti dari tip sukses mengajar yang kedua.

Anda tidak perlu khawatir bahwa Anda akan kekurangan waktu untuk menyelesaikan target kurikulum. Percayalah, bahwa ketika siswa sudah menguasai kemampuan prasyarat yang diperlukan, proses pembelajaran dapat dipercepat dengan hasil belajar yang dapat diandalkan. Jika Anda tidak yakin dengan jawaban ini, silakan Anda coba saja. Buat catatan waktu, berapa lama siswa Anda menguasai kompetensi dalam proses pembelajaran materi baru jika mereka telah menguasai kemampuan prasyaratnya.

Bandingkan dengan kegiatan pembelajaran yang siswanya belum menguasai kemampuan prasyaratnya. Topik ini juga bisa dijadikan ide pembuatan PTK, bukan? Ini bisa buat modal mengikuti uji sertifikasi guru … he he he ….

Sekarang kita berlanjut pada tip sukses mengajar yang ketiga.

Tip Sukses Mengajar # 3:

Buat Perencanaan Yang Tepat
Perencanaan dalam proses pembelajaran memegang peranan penting, dan ikut menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Sebab itu perencanaan ini kita masukkan ke dalam tip sukses mengajar. Bagaimana perencanaan bisa mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran?

Dalam mengajar, sebetulnya para guru melakukan apa yang dipikirkannya. Jika pikiran guru ketika mengajar fokus pada pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa, maka pikiran itu akan mengarahkan kepada jalan terbaik yang harus ditempuh. Tetapi jika pikiran guru tidak fokus pada pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa, misalnya yang ada dalam pikiran “yang penting mengajar“, maka hasil belajar siswa pun kemungkinan besar akan mengecewakan guru itu sendiri. Nah, melalui penyusunan perencanaan yang tepat, guru dapat terbantu untuk fokus.

Perencanaan yang tepat mencakup penjabaran kompetensi yang harus dikuasai siswa, penentuan kegiatan pembelajaran (pemberian pengalaman belajar kepada siswa), penyiapan media dan metode yang tepat, sekaligus pembuatan evaluasinya. Baik juga kalau Anda buka lagi artikel tentang tugas guru sebagai agen pembelajaran untuk menyegarkan ingatan.

Memang ini akan menyita cukup waktu guru, karena harus menganalisis kompetensi dasar dan menjabarkannya menjadi indikator dan tujuan pembelajaran, menganalisis kemampuan prasyarat siswa, meniapkan media yang tepat, serta menyusun soal-soal untuk mengetahui keberhasilan siswa. Namun, kembali pada tip sukses mengajar yang kedua bahwa kemampuan prasyarat dapat mengefektifkan dan mengefisienkan proses pembelajaran, maka melalui penyusunan perencanaan yang tepat ini pun akan memudahkan pencapaian hasil belajar optimal oleh siswa.

Taruhlah misalnya melalui perencanaan yang dibuat guru ternyata proses pembelajaran tidak efektif, maka guru itu masih bisa memperbaikinya dengan membuat perencanaan yang lebih baik berdasarkan refleksi dari proses pembelajaran yang telah berlangsung. Ini lebih mudah daripada harus membuat perencanaan yang baru sama sekali, dan tentunya lebih efektif karena berangkat dari perencanaan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Coba juga cek pada artikel tentang rahasia guru sukses. Bagaimana mereka bisa menjadi guru sukses, yakni guru yang profesional, bermartabat, dan sejahtera. Ikutilah rahasianya. sampaikan juga kepada rekan sejawat Anda, agar semakin banyak guru sukses di negeri tercinta kita ini.

2 comments:

Rudi said...

Trims sharing ilmu-nya. Sangat berguna sekali. Salam

Nanang Fahrurrazi said...

terimakasih pak rudi... alhamdulilah kalau ada manfaatnya... silakan disebarkan kepada temen2 guru... semoga juga bermanfaat demi pencerahan dan penyegaran wawasan kependidikan